Promosi Odading yang Viral Disebut Merusak Budaya Lisan Sunda

Ketua Dewan kebudayaan Kabupaten Garut (DKKG), Irwan Hendarsyah
Sumber :
  • VIVA/Diki Hidayat (Garut)

VIVA – Sebuah video promosi makanan khas Sunda, Odading oleh Ade Londok dengan kata-kata kasar seperti goblog dan anjing ternyata mendapat reaksi negatif. Salah satunya Dewan Kebudayaan Kabupaten Garut (DKKG) yang berdomisili di Kabupaten Garut Jawa Barat mengecam promosi dengan menggunakan kata-kata tersebut.

Petugas Hentikan Ambulans yang Ternyata Digunakan Pemudik untuk Pulang Kampung

Ketua DKKG, Irwan Hendarsyah yang akrab disapa Jiwan menyebut bahwa kata goblog dan anjing dalam mempromosikan makanan odading itu makin viral setelah Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mendaulat Ade Londok sebagai Duta Promosi Kuliner UMKM Jawa Barat. 

Dalam bahasa Sunda, kata goblog dan anjing merupakan ungkapan menghardik dan memaki orang, sehingga dinilai sebuah kata yang tak pantas.

5 Etnis Terbesar di Asia Tenggara, Jawa Menduduki Peringkat Pertama?

"Promosinya memang bagus tapi kata goblog dan anjing sudah merusak budaya lisan orang Sunda, dengan hilangnya budaya santun," ujarnya, Senin, 21 September 2020.

Baca juga: Ridwan Kamil Nyobain Odading Mang Oleh yang Video Promosinya Viral

Tanpa Bulan Madu, RM Gelar Pernikahan Lalu Kembali Masuk Bui

Kata goblog dan anjing, lanjut dia, sangat bertentangan dengan Undang-Undang RI nomor 5 tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, dimana di dalamnya tertuang tentang tradisi lisan. Viralnya konten promosi odading tersebut jelas sudah merusak budaya Sunda yang santun.

"Saat ini kata goblog dan anjing sudah lumrah menjadi lelucon, padahal para orangtua bersusah payah mendidik buah hatinya agar menghindari kara goblog dan anjing," ujar Irwan.

Sementara salah seorang orangtua, Rahman (40) warga Kecamatan Tarogong Kidul Kabupaten Garut menyebut bahwa konten video itu sudah merusak bahasa anak-anak. Di mana anaknya yang berusia empat tahun kerap menirukan konten video promosi odading itu.

"Gara-gara promosi odading anak saya kerap bilang goblog dan anjing, padahal sebelum tidak pernah," katanya.

Hal yang sama juga disampaikan Hani (35) bahwa anak perempuannya, kini sering mengungkapkan kata goblog dan anjing. Padahal buah hatinya tersebut baru berusia tiga tahun. Hal itu karena sering mendengar ungkapan promosi odading Ade Londok.

"Mungkin sering denger dari HP kakaknya atau tetangga ada promosi odading, jadinya ngikutin," ujarnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya