Kontroversi Gatot Nurmantyo: 212 hingga Dicopot dari Panglima TNI

Kontroversi Gatot Nurmantyo: 212 hingga Dicopot dari Panglima TNI

Kamis, 24 September 2020 | 11:22 WIB
Nama Gatot Nurmantyo kembali menjadi perbincangan.
Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo.
Photo :
  • ANTARA FOTO/Arif Firmansyah

Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo.

VIVA – Mantan Panglima TNI, Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo, kembali membuat kontroversi. Kali ini, Gatot mengungkap cerita dicopotnya dari jabatan Panglima TNI oleh Presiden Joko Widodo yaitu gara-gara memerintahkan jajaran TNI untuk nonton bareng film G30S/PKI.

Memang, Gatot bukan kali pertama memunculkan kontroversi setelah pensiun dari militer. Sejak menjadi Panglima TNI, ia juga kerap mempunyai pandangan atau sikap yang berbeda hingga menjadi kontroversi di tengah-tengah masyarakat.

Baca juga: Heboh Manuver Gatot soal Dicopot dari Panglima TNI, Istana Menjawab

Gatot ditunjuk Presiden Jokowi sebagai Panglima TNI menggantikan Jenderal (Purn) Moeldoko pada 8 Juli 2015. Namun, Jokowi melantik Marsekal Hadi Tjanjanto sebagai Panglima TNI menggantikan Gatot pada 9 Desember 2017. Padahal, Gatot masa pensiunnya pada 1 April 2018, masih punya waktu sekitar 4 bulan sebelum masa pensiunnya habis.

Tiba-tiba, Gatot baru menceritakan latar belakang dicopotnya dari jabatan Panglima TNI oleh Presiden Jokowi melalui wawancara oleh akun YouTube Hersubeno Arief Point yang diunggah pada 21 September 2020.

Berikut kontroversi Gatot Nurmantyo yang dirangkum VIVA pada Kamis, 24 September 2020.

1. Ricuh Aksi Bela Islam 411 Bukan dari Pendemo

Gatot mengatakan, kericuhan saat aksi bela Islam pada 11 November 2016 atau disebut Aksi 411, itu bukan dilakukan oleh para peserta demo. Akan tetapi, ia menduga adanya provokator. “Saya melihat jelas, yang melakukan ini bukan pendemo,” katanya.

Memang, Gatot sudah memprediksi akan ada skenario upaya-upaya massa unjuk rasa yang menuntut keadilan. Saat itu, massa demonstrasi menuntut keadilan supaya Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, diproses hukum.

“Saya sudah prediksi ada skenario upaya untuk membuat petugas marah dan bertindak di luar kepatutan. Makanya petugas dibuat marah, tidak marah akan ditendangi. Tapi jangan bereaksi, mundur ke belakang,” ujarnya.

2. Jadi Bagian Aksi Bela Islam 212

Berita Terkait :
Saksikan Juga
Artikel Terpopuler