Setengah Jam, Tiga Kejahatan Terjadi di Jalanan

Gelar Kasus Kejahatan di Ibukota
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Zabur Karuru

VIVA.co.id – Saat Ramadan, tiga peristiwa perampasan barang atau penjambretan terjadi di Surabaya, Jawa Timur, dalam waktu sekitar 30 menit. Kejahatan itu terjadi Sabtu malam, 11 Juni 2016. Seluruh korban berjenis kelamin perempuan.

Begini Teknik Jitu Hadapi Jambret

Kejadian pertama terjadi di Jalan Soekarno, Kecamatan Rungkut. Peristiwa terjadi sekitar pukul 19.00 WIB. Saat itu, korban Meliana dan ibunya, Endang, menunggangi satu sepeda motor, melaju ke Medokan Ayu.

Waktu itu jalanan tengah padat. Sesampai di Rungkut, Endang, yang mengemudikan sepeda motor, merasakan motornya oleng. Setir motornya bersenggolan dengan motor diduga dikendarai pelaku. "Ibu saya mengira motornya serempetan," kata Doni Kusuma, anak Endang, kepada wartawan, Minggu, 12 Juni 2016.

Mahasiswa Lumpuhkan Penjambret Ponselnya

Endang lalu bertanya kepada anaknya, Meliana. Putrinya mengaku tasnya raib dirampas pelaku. Keduanya langsung balik kanan pulang lalu melapor ke Kepolisian Sektor Rungkut. "Adik saya kehilangan dompet berisi uang dan STNK," kata Doni.

Pada waktu hampir bersamaan, penjambretan juga terjadi di traffic light perempatan Margorejo. Penjambretan diketahui setelah motor korban, seorang perempuan, menabrak tong sampah yang berada di trotoar.

Berlibur ke Bali, Striker MU Jadi Korban Penjambretan

Informasi diperoleh, mulanya warga dan kepolisian mengira korban mengalami kecelakaan lalu lintas. Tapi ternyata korban yang tidak diketahui identitasnya itu celaka karena mengejar si penjambret. "Korban sebelumnya main HP (handphone) di pinggir jalan froantage (bagian depan), lalu dijambret," kata Saino (40), warga Margorejo.

Penjambretan ketiga terjadi di Pabean Cantikan. Korbannya pengendara motor bernama Rahmawati. Waktu itu, korban yang menunggang sepeda motor matik melaju sendirian menuju arah Undaan. 

Saat berhenti di traffic light karena lampu merah, tas selempangnya dirampas oleh dua pelaku yang mengendarai sepeda motor. Rahmawati berteriak 'jambret', tapi tidak ada satu pun pengendara di kanan-kirinya yang membantu mengejar. Pelaku berhasil kabur.

Akibatnya, Rahmawati harus kehilangan telepon seluler (ponsel), dompet berisi uang, dan surat-surat kendaraan. Dia lalu melaporkan apa yang dialaminya ke Polsek Pabean Cantikan. "Para pengendara harus hati-hati kalau sendirian," katanya kepada wartawan.


 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya