JK: Jalanan Macet Pertanda Ekonomi Rakyat Maju

Wakil Presiden Jusuf Kalla
Sumber :
  • Dok. Setwapres RI

VIVA.co.id – Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla berdiskusi tentang indikator kemajuan ekonomi suatu negara dengan orang-orang Indonesia yang menetap di Luksemburg dan Belgia. 

Kata Jusuf Kalla Soal Kabar Cak Imin-Anies Masuk Bursa Pilpres 2024

Salah satu yang dibahas JK adalah tentang kemacetan arus lalu lintas yang semakin parah terjadi di jalanan di kota-kota besar di Indonesia.

Di hadapan para diaspora itu, JK memaparkan pandangannya, bahwa kemacetan yang terjadi di Indonesia, merupakan pertanda atau indikator majunya perekonomian masyarakat Indonesia.

Saat Jusuf Kalla Cerita ke Gus Miftah Tentang Kisah Inspiratifnya

"Macet itu sebenarnya suatu kemajuan, karena tak ada negara miskin yang macet. Yang macet selalu negara maju, atau setidaknya, menuju kemajuan. Karena hanya negara yang rakyatnya bisa beli mobil yang mengalami kemacetan kan," ujar JK di Wisma Duta Besar RI di Brussels, Belgia, seperti dikutip dari keterangan Sekretariat Wakil Presiden RI, Senin, 9 Oktober 2017.

JK mengatakan, para diaspora Indonesia di Belgia dan Luksemburg diharapkan bisa berkontribusi untuk menyelesaikan masalah yang timbul sebagai dampak dari kemajuan ekonomi Indonesia. 

Pandemi COVID-19 di Indonesia Membaik, Masyarakat Diminta Tetap Prokes

JK mengharapkan kolaborasi mereka dengan kalangan pengusaha di Tanah Air guna mensinergikan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan potensi ekonomi yang bisa digali dari penanganan kemacetan untuk menyelesaikan masalah itu.

"Persoalannya adalah bagaimana sekarang bikin angkutan baik. Karena itu, dibutuhkan teknologi, juga investasi. Pasar (transportasi umum) besar," ujar JK.
 

Mantan Wapres Jusuf Kalla yang juga Ketua Umum PMI

JK Sebut Penundaan Pemilu Langgar Konstitusi

JK mengingatkan untuk berhati-hati terhadap wacana penundaan Pemilu 2024. Konstitusi sudah mengamanatkan Pemilu digelar lima tahun sekali.

img_title
VIVA.co.id
4 Maret 2022