Download Our Application
A Group Member of VIVA
img-thumb

viva.co.id

  • Minggu, 26 November 2017 | 13:40 WIB
  • Gunung Agung Meletus, 25.016 Warga Kembali Mengungsi

  • Oleh
    • Lis Yuliawati,
    • Bobby Andalan (Bali)
Gunung Agung meletus, Minggu, 26 November 2017
Photo :
  • VIVA.co.id/ Bobby Andalan (Bali)
Gunung Agung meletus, Minggu, 26 November 2017

VIVA – Kepala Bidang Mitigasi Gunung Api Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, atau PVMBG, I Gede Suantika mengonfirmasi Gunung Agung setinggi 3.142 meter dari permukaan laut sudah mengalami lima kali letusan.

Hingga kini, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat terdapat 25.016 jiwa di Kabupaten Karangasem kembali mengungsi. Mereka tersebar di 224 titik di beberapa lokasi pengungsian.

Kepala Pusat Data dan Hubungan Masyarakat BNPB, Sutopo Purwo Nugroho menjelaskan, status Gunung Agung masih siaga (level 3), dengan rekomendasi di dalam radius 6-7,5 kilometer dari puncak kawah tidak boleh ada aktivitas masyarakat.

"Masyarakat yang masih ada di dalam radius berbahaya segera mengungsi dengan tertib," ujar Sutopo, Minggu 26 November 2017.

Lihat juga

Meski terjadi erupsi beruntun, tetapi tidak ada peningkatan aktivitas vulkanik. Jumlah gempa vulkanik dangkal sebanyak lima kali, gempa vulkanik dalam sebanyak empat kali, dan tremor menerus (microtremor) terekam dengan amplitudo 1-2 mm (dominan 1 mm). Tidak ada lonjakan kegempaan.

Hujan abu dilaporkan terjadi di beberapa tempat seperti di Desa Duda Utara, Desa Duda Timur, Desa Pempetan, Desa Besakih, Desa Sideman, Desa Tirta Abang, Desa Sebudi, Desa Amerta Bhuana di Klungkung. Hujan abu juga terjadi di beberapa desa di Gianyar.

"Masyarakat evakuasi mandiri dengan tertib dan tenang. Jumlah pengungsi masih dalam pendataan. BPBD bersama SKPD, Basarnas, TNI, Polri, PMI, dan relawan membagikan masker kepada masyarakat," katanya.

Dia menambahkan, BPBD Provinsi NTB telah menginstruksikan, agar BPBD Lombok Barat, BPBD Kota Mataram, dan BPBD Lombok Utara, segera melaporkan dampak hujan abu di wilayahnya. Masker agar segera didistribusikan kepada masyarakat.

Saksikan Juga
Terpopuler