Yusril Sadar Diri Tak Penuhi Syarat Jadi Cawapres – VIVA

viva.co.id

Unduh aplikasi kami
A Group Member of Viva
viva

viva.co.id

Senin, 16 April 2018 | 20:37 WIB

Yusril Sadar Diri Tak Penuhi Syarat Jadi Cawapres

img_title
Photo :
  • VIVA.co.id/Nur Faishal

Yusril Ihza Mahendra, Ketua Umum PBB.

VIVA – Yusril Ihza Mahendra mengaku menyadari bahwa ia tak cukup memenuhi syarat sebagai calon wakil presiden untuk dipasangkan dengan Prabowo Subianto, sebagaimana diwacanakan Partai Bulan Bintang atau PBB, partai yang dipimpinnya.

Alasan utama, kata Yusril, PBB tak memenuhi syarat ambang batas parlemen (parliamentary threshold) sekurang-kurangnya 3,5 persen suara sah nasional hasil pemilu tahun 2014. PBB hanya mendapatkan 1,46 persen suara pada pemilu itu.

"Tetapi, saya sendiri tidak begitu aktif dalam masalah pencalonan presiden dan wakilnya, karena saya menyadari bahwa partai saya tidak punya perwakilan kalau didasarkan pada pemilu 2014, " kata Yusril di kantor Bareskrim Polri Jakarta pada Senin 16 April 2018.

Meski demikian, Yusril optimistis pada Pemilu 2019, PBB mampu menyaring suara untuk mempertimbangkan mengusung capres. Itu pula yang akan menjadi pertimbangan presiden terpilih kelak.

Dalam Undang-undang Pemilu, partai politik atau gabungan partai politik harus memiliki sekurang-kurangnya 20 persen kursi di DPR RI, atau 25 persen suara sah nasional untuk dapat mencalonkan pasangan presiden-wakil presiden.

"Tetapi, kalau pintu masuk ke pencalonan itu hanya mungkin kalau PBB menggunakan perolehan suara sah secara nasional. Tetapi, bukan perwakilan yang ada di DPR. Dan, memang pencalonan seseorang presiden dan wakilnya lebih banyak pertimbangan politik dan faktor elektabilitas seseorang. Dalam konteks itu, makanya wacana itu timbul," kata Yusril.

Munculnya nama Yusril diwacanakan sebagai pendamping Prabowo, karena ada komunikasi politik yang baik antara PBB dan Partai Gerindra. Yusril juga menilai, Prabowo akan mempertimbangkan latar belakang elektabilitas tokoh yang masuk bursa capres/cawapres.

Prabowo, katanya, tentu saja akan mencari calon wakil presiden yang mampu meningkatkan elektabilitasnya. Biasanya, faktor elektabilitas juga dikaitkan dengan kekuatan atau dukungan partai politik.

    Muat Lainnya...