Ada yang Tak Rela Titiek Soeharto Tinggalkan Golkar – VIVA
Download Our Application
A Group Member of VIVA
img-thumb

viva.co.id

  • Rabu, 13 Juni 2018 | 03:30 WIB
  • Ada yang Tak Rela Titiek Soeharto Tinggalkan Golkar

  • Oleh
    • Bayu Adi Wicaksono,
    • Daru Waskita (Yogyakarta)
Siti Hediati Hariyadi.
Photo :
  • Repro Instagram
Siti Hediati Hariyadi.

VIVA – Keputusan Siti Hediati Hariyadi atau yang akrab disapa Titiek Soeharto meninggalkan Partai Golkar dan bergabung dengan Partai Berkarya. Masih banyak pihak yang tak percaya ia meninggalkan partai yang didirikan HM Soeharto, Presiden ke-2 RI.

"Ya memang ada yang tak rela saya mundur. 'Lho kok Mbak Titiek mundur?'. Namun ada pula yang memahami keputusan mundur dari partai Golkar," ucapnya Titiek Soeharto di sela-sela kunjungannya di Kabupaten Kulonprogo, Yogyakarta, Selasa 12 Juni 2018.

Titiek mengaku meski meninggalkan Partai Golkar yang merupakan partai besar di Indonesia, dirinya tidak akan tenggelam dan tidak bisa berbuat banyak bagi bangsa karena saat ini masyarakat dalam memilih wakilnya berdasarkan figur bukan hanya partai semata.

"Saat ini figur seseorang jauh lebih menentukan dibandingkan dengan partai pengusungnya," ujar mantan Politisi Golkar ini.

Mantan istri atau janda dari Prabowo Subianto ini mengaku, usai meninggalkan partai berlambang pohon beringin semakin memacu dirinya untuk lebih banyak turun ke masyarakat. Apalagi oleh Partai Berkarya juga ditunjuk sebagai koordinator pemenangan pemilu sehingga harus keliling seluruh Indonesia.

Lihat Juga

"Saya harus memastikan caleg-caleg yang bagus-bagus untuk bisa lolos di DPR RI atau DPRD tingkat I dan II," ucapnya.

Anggota Komisi IV, yang akan segera mengundurkan diri dari keanggotaan DPR karena keluar dari Golkar ini, mengklaim sudah banyak yang ingin mendaftar dan bergabung dengan Partai Berkarya.

"Kita juga terbuka bagi siapa saja untuk bergabung dengan Partai Berkarya untuk membangun bangsa dan mewujudkan cita-cita Pak Harto," ujarnya.

Baca: Janda Prabowo Keluar, Golkar Terbebas dari Soeharto