Ditahan KPK, Dua Calon Wali Kota Malang Tak Ikut Mencoblos
Selasa, 26 Juni 2018 | 17:46 WIB

Ditahan KPK, Dua Calon Wali Kota Malang Tak Ikut Mencoblos

Keduanya ditahan masing-masing di Rutan KPK, Jakarta, dan Surabaya
Terdakwa Wali Kota nonaktif Malang nonaktif Mochamad Anton
Photo :
  • ANTARA FOTO/Umarul Faruq

Terdakwa Wali Kota nonaktif Malang nonaktif Mochamad Anton

VIVA – Dua Calon Wali Kota Malang terancam tak bisa menggunakan hak suaranya dalam pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Malang yang akan dilakukan pada Rabu besok, 27 Juni 2018. Mereka adalah calon nomor urut satu Ya'qud Ananda Gudban dan calon nomor urut dua Moch Anton.

Keduanya saat ini tengah menjadi tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus dugaan suap APBD Perubahan Kota Malang tahun 2015. Meski memiliki hak politik untuk mencoblos, kedua calon kepala daerah itu sedang berada di rumah tahanan KPK di Jakarta.

"Mereka tetap memiliki hak politik, permasalahanya mereka ada di Jakarta atau di Surabaya. Yang jelas kami telah memberikan form C6 ke rumah mereka masing-masing. Kita kembalikan kepada mereka bisa atau tidak untuk memenuhi hak pilihnya," kata Komisioner KPU Kota Malang Divisi Sosialisasi, Ashari Husein, Selasa, 26 Juni 2018.

Perlu diketahui ada tiga pasangan calon yang bersaing dalam kontestasi politik Kota Malang. Mereka, calon nomor urut satu Ya'qud Ananda Gudban yang maju bersama politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Ahmad Wanedi diusung koalisi PDIP, Partai Amanat Nasional, Partai Persatuan Pembangunan, Partai Hanura, dan Partai Nasdem.

loading...