Ahok Minta Tak Ada Penyambutan Macam-macam Saat Bebas - VIVA
Unduh aplikasi kami
A Group Member of Viva
viva
Jumat, 21 Desember 2018 | 18:35 WIB

Ahok Minta Tak Ada Penyambutan Macam-macam Saat Bebas

Dia akan bebas pada 24 Januari 2019.
Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
Photo :
  • IG BasukiBTP

Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

VIVA - Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Djarot Saiful Hidayat, mengungkapkan permintaan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok saat bebas pada 24 Januari 2019. Menurut Djarot, Ahok meminta tidak ada sambutan atau perayaan khusus selepas dia keluar dari 'hotel prodeo'.

"Dan beliau bilang juga jangan ada penyambutan macam-macam. Kita syukuri saja," kata Djarot di Kota Serang, Banten, Jumat 21 Desember 2018.

Djarot menuturkan, permintaan itu disampaikan Ahok saat dia menjenguk mantan gubernur DKI Jakarta itu tiga pekan lalu. Djarot yang juga rekan duet sewaktu menjadi kepala daerah DKI Jakarta itu mengatakan bahwa pertama keluar dari penjara, Ahok ingin menikmati waktu bersama keluarga.

"Kan beliau masih ada urusan pribadi yang harus diselesaikan, termasuk memenuhi berbagai macam undangan untuk berbicara di beberapa forum di luar negeri," kata dia.

Terkait kabar Ahok akan bergabung dengan PDIP, Djarot mengatakan hal itu seharusnya disikapi seperti biasa saja.

Sementara itu, Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, mengungkapkan bahwa segera bebasnya Ahok adalah hal biasa. Ia berbicara terkait konsep lembaga pemasyarakatan, bagaimana menangani pembinaan narapidana di luar melaksanakan hukuman.

"Itu kan sarat dengan pesan-pesan moral, bagaimana kita bersama-sama dengan seluruh warga bangsa tanpa membedakan apakah dia pernah masuk penjara atau tidak. Ketika mereka sudah berproses untuk masuk ke masyarakat kembali dengan baik," kata dia.

Terkait bergabungnya Ahok ke PDIP, Hasto menyebut belum ada pembicaraan khusus. Alasannya, pada Januari tengah disibukkan konsolidasi politik dan agenda internal yakni menyiapkan HUT PDIP yang jatuh pada 10 Januari. Selain itu, ia menegaskan bahwa partainya terbuka bagi siapa pun untuk bergabung.

"Jadi untuk masuk ke PDIP, seseorang harus mengajukan permohonan tertulis, aturannya seperti itu. Tertarik masuk PDIP menyebutkan alasannya kenapa bergabung, dan masuk PDIP sebagai sebuah kesadaran, prinsipnya PDIP terbuka. Seperti dulu KH Yusuf (Yusuf Supendi) bergabung juga menyertakan permohonan tertulis," kata dia. (art)

    Muat Lainnya...