Megawati Kenang Masa Sulit Ketika Hak Politiknya Dicabut  - VIVA
Unduh aplikasi kami
A Group Member of Viva
viva
Kamis, 10 Januari 2019 | 15:20 WIB

Megawati Kenang Masa Sulit Ketika Hak Politiknya Dicabut 

Ia boleh memilih tapi tak boleh dipilih.
Megawati di Rakornas PDI Perjuangan, Kamis, 10 Januari 2018.
Photo :
  • VIVA/Eduward Ambarita

Megawati di Rakornas PDI Perjuangan, Kamis, 10 Januari 2018.

VIVA – Di hari ulang tahun PDI Perjuangan ke-46, sang Ketua Umum Megawati Soekarnoputri mengenang masa-masa saat hak politiknya dicabut. Dampaknya, ia tak bisa menggunakan hak politiknya ketika Pemilu. 

Mega, sapaan Megawati, menceritakan hal itu di depan ribuan kadernya yang hadir, Kamis, 10 Januari 2019. Ketika masa sulit itu nama partai masih Partai Demokrasi Indonesia. Hak politiknya dicabut oleh pemerintah Orde Baru sehingga putri proklamator itu tidak bisa dipilih, namun boleh memilih waktu Pemilu 1997.

"Saya tidak akan pernah lupa beberapa hari sebelum pencoblosan saya didatangi beberapa orang dari pemerintah yang mengatakan kepada saya bahwa hak saya untuk dipilih itu ditiadakan. Tapi saya diizinkan untuk memilih," kata Megawati dalam pidatonya pada HUT Ke 46 PDIP di Jakarta International Expo, Jakarta Pusat, Kamis 10 Januari 2019.

Megawati bercerita sejarah tentang perjalanan partai berlogo banteng. Tahun 1973, sejumlah partai berfusi menjadi Partai Demokrasi Perjuangan. Pada waktu itu, Megawati pun bersurat kepada seluruh kader PDI di seluruh Indonesia terkait keputusan pemerintah tersebut. Dalam suratnya ia tetap legawa atas keputusan pemerintah dan meminta kadernya untuk datang ke tempat pemungutan suara untuk mencoblos partai saja. 

"Yang saya sendiri sebetulnya menjadi sedih karena warga PDI waktu itu justru melakukan saya bilang suatu drama tidak mau memilih," katanya.

Waktu berjalan, lanjut Megawati bercerita ke tahun 1999. Partai itu mengubah namanya atas permintaan pemerintah jika ingin mengikuti Pemilu. Dan saat itu, PDI berubah nama menjadi PDI Perjuangan dan menjadi pertama kali pemenang pemilu setelah rezim peralihan di era reformasi. 

"Tahun 99, dilakukan lagi pemilu dan saya diberi tahu boleh ikut asal mengubah nama. Karena sudah kadung waktu itu ada selalu mengatakan perjuangan, perjuangan. Jadi waktu mendaftarkan nama itu lah mengapa menjadi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dan disahkan pada tanggal 1 Februari 1999 pada saat kongres kelima." (mus)
 

loading...
Muat Lainnya...