Gugat ke MK, Sandiaga Uno Tak Akui Pemilu Berjalan Jujur dan Adil - VIVA
X
Unduh aplikasi kami
A Group Member of Viva
viva
Jumat, 24 Mei 2019 | 16:28 WIB

Gugat ke MK, Sandiaga Uno Tak Akui Pemilu Berjalan Jujur dan Adil

Pihaknya mendapatkan banyak laporan ketidakdilan selama pemilu.
Prabowo dan Sandiaga Uno saat menggelar keterangan pers di Rumah Kertanegara.
Photo :
  • Syaefullah

Prabowo dan Sandiaga Uno saat menggelar keterangan pers di Rumah Kertanegara.

VIVA – Calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno mengatakan, akan mengajukan gugatan secara resmi melalui Mahkamah Konstitusi atau MK.

Ia menegaskan, jalan ini ditempuh sebagai bentuk tuntutan masyarakat dan rakyat Indonesia atas kekecewaan dan keprihatinan rakyat terhadap pelaksanaan Pemilu. 

"Sangat sulit untuk mengatakan bahwa Pemilu kita sudah berjalan dengan baik, jujur, dan adil," kata pria yang akrab dipanggil Sandi ini di kediaman Prabowo, Jakarta, Jumat 24 Mei 2019.

Ia mengakui, telah mendapatkan berbagai laporan dari anggota masyarakat yang melihat dengan mata kepala sendiri, dan mengalami banyak ketidakadilan yang terjadi selama pelaksanaan Pemilu kemarin. Karena itu, masyarakat ingin mengambil peran dalam menentukan nasib bangsa.

"Rakyat Indonesia, masyarakat kita luar biasa hebat. Mereka ingin mengambil peran dan menjadi bagian dalam menentukan nasib bangsa kita," Sandi.

Menurutnya, rakyat Indonesia sangat bersemangat, karena ingin memperbaiki kesejahteraan mereka sehari-hari, yang sampai sekarang dirasakan semakin sulit. Mereka ingin memperbaiki ekonomi negara, dan memperbanyak peluang-peluang yang tersedia untuk anak bangsa, anak-anak negeri.

"Kesempatan rakyat Indonesia dalam menentukan nasibnya inilah kedaulatan rakyat yang harus kita jamin melalui proses demokrasi, proses pemilu yang jujur dan adil," kata Sandiaga.

Ia menilai, perlu evaluasi yang mendalam terhadap berbagai aspek pemilu, yaitu dari sisi manajerial, pengelolaan data, pengelolaan pemangku kepentingan, dan berbagai aspek lainnya yang sangat penting dalam melaksanakan pemilu yang jujur dan adil. Karena itu, ini harus secara serius dan tuntas diperbaiki untuk memastikan demokrasi yang tidak terus tercerderai. 

"Masih banyak tantangan yang akan dihadapi bangsa kita. Indonesia adalah negara yang besar dan diprediksi akan menjadi ekonomi terbesar ketujuh di tahun 2030," kata Sandi.

Ia menegaskan, rakyat berhak untuk sejahtera, adil, dan makmur. Prabowo Sandi dalam bentuk kecintaannya kepada rakyat Indonesia, berdemokrasi yang jujur dan adil hari ini mengambil langkah ini. 

"Untuk selanjutnya mengenai aspek detail dan tim, Prabowo Sandi sudah menunjuk Bapak Hashim Djojohadikusumo sebagai penanggung jawab langkah-langkah ke depan, upaya-upaya hukum yang akan kita lakukan," kata Sandi. (asp)

loading...
Muat Lainnya...