Andi Arief: Prabowo-Sandi Harus Diputus dengan Para Setan Gundul - VIVA
Unduh aplikasi kami
A Group Member of Viva
viva
Selasa, 11 Juni 2019 | 11:08 WIB

Andi Arief: Prabowo-Sandi Harus Diputus dengan Para Setan Gundul

"Penghianat dalam koalisi adalah yang menggerakkan premanisme."
Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto saat menghadiri aksi peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di Tenis Indoor Senayan, Jakarta
Photo :
  • ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto saat menghadiri aksi peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di Tenis Indoor Senayan, Jakarta

VIVA – Politikus Demokrat, Andi Arief kembali mencuit heboh dengan menyebut adanya pengkhianat dalam koalisi yang menggerakkan premanisme. Karena itu, menurutnya pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno harus diputus hubungannya dengan para setan gundul.

"Penghianat dalam koalisi adalah yang menggerakkan premanisme. Partai Demokrat justru berpendapat bahwa Pak Prabowo dan Sandi Uno harus diputus hubungannya dengan para setan gundul yang memanfaatkan momen Premanisme," cuit Andi dikutip dari akun Twitternya @AndiArief, Selasa 11 Juni 2019.

Menurutnya, biar saja people power mencari upaya damai. Sementara, kata dia, biar premanisme berhadapan dengan penegak hukum.

"Biarlah people power terus mencari upaya damainya, biarlah premanisme berhadapan dengan penegak hukum dan diisolasi dari perjuangan politik," ujar Andi.

Kemudian, ia menegaskan fase yang dihadapi saat ini memberantas premanisme. Dengan itu, Mahkamah Konstitusi bisa memutus sengketa Pilpres 2019 dengan adil.

"Fase yang kita hadapi saat ini adalah memberantas premanisme agar Mahkamah Konstitusi bisa memutus seadilnya dan jalan rekonsiliasi atau healing sesudahnya tidak direcoki," kata Andi.

Ia membandingkan kondisi politik Indonesia dengan Filipina terkait people power. Di Filipina kekuatan yang kalah pemilu tak bisa membuat kerusuhan.

"Di dunia ini tidak dikenal teori dan tidak pernah tercatat bahwa sebuah kekuatan politik yang kalah Pemilu bisa membalikkan keadaan dengan membuat kerusuhan. Filipina 1986 bukan karena semata pemilunya, namun puncak people power belasan tahun lamanya," kata Andi.

Saksikan Juga

Prabowo Jenguk Wiranto di RSPAD

TVONE NEWS - 8 hari lalu
loading...
Muat Lainnya...