Nasdem Ajukan Anak Surya Paloh Jadi Menteri Kalangan Milenial - VIVA
X
Unduh aplikasi kami
A Group Member of Viva
viva
Selasa, 16 Juli 2019 | 15:26 WIB

Nasdem Ajukan Anak Surya Paloh Jadi Menteri Kalangan Milenial

Nasdem ingin pengajuan ini sesuai yang diwacanakan Presiden Jokowi.
Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Johnny G Plate.
Photo :
  • VIVA.co.id/ Lilis Khalisotussurur

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Johnny G Plate.

VIVA – Sejumlah partai koalisi pengusung Jokowi-Ma'ruf Amin mulai mengambil ancang-ancang terkait nama calon menteri dalam kabinet yang bakal bekerja pada periode selanjutnya.

Sekjen Partai Nasdem Johnny G Plate mengatakan, partainya juga sudah menyiapkan sejumlah nama sebagai calon menteri. Nama tersebut juga ada dari kalangan milenial.

Hal ini sejalan dengan apa yang sebelumnya diwacanakan Presiden Jokowi. Menurut Johnny, stok anak-anak muda dari partainya cukup banyak seperti nama Prananda Paloh. Dia adalah adalah anak dari Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh.

"Salah satunya Prananda. Dia anggota DPR saat ini, dan Anggota (DPR) terpilih untuk 2019-2024. Dia juga juga Garda Pemuda Nasdem yang punya anggota tersebar di seluruh Indonesia. Dalam organisasi internal dia juga mumpuni," kata Johnny di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa 16 Juli 2019.

Johnny mengklaim, partainya tidak dalam posisi memberi daftar nama calon menteri ke Jokowi. Partai dengan warna kebesaran biru itu, hanya mengatakan Jokowi punya pertimbangan yang matang memilih para calon - calon pembantunya, baik dari koalisi ataupun profesional.

"Dan partai membebaskan mereka dari seluruh tugas di partai agar bisa bantu Pak Jokowi dengan penuh waktu," katanya.  

Pada kesempatan yang sama, Sekjen Partai Persatuan Pembangunan Arsul Sani mengatakan, bahwa mereka juga punya segudang nama jika diminta Jokowi untuk mempersiapkan nama untuk menjadi menteri. Katanya, penunjukkan nama-nama menteri, tidak melulu datang dari kader internal atau jenjang struktur.

"Stok itu tidak kemudian misal yang jadi anggota DPR kita lihat juga ada orang-orang PPP yang kerja di lembaga profesional, bahkan di organisasi internasional itu kan nanti bisa kita tarik ya. Minimal kalau dia belum PPP banget, dia anaknya tokoh PPP," kata Arsul.

 

loading...
Muat Lainnya...