Dahnil: Dalam Sejarah Politiknya, Prabowo Tak Pernah Menipu Teman

Jubir Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak.
Sumber :
  • VIVA/Yandi Deslatama

VIVA – Partai Gerindra mendapat dua jatah kursi di kabinet baru Jokowi-Ma'ruf. Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto akan mengisi posisi Menteri Pertahanan, sementara Ketua Umum Gerindra Edhy Prabowo menunggu pengumuman Presiden Joko Widodo hari ini.

Kunjungan ke Luar Negeri, Prabowo Subianto Akan ke China dan Bertemu Xi Jinping

Soal dipilihnya rival Jokowi dalam pilpres sebelumnya, relawan dari Jokowi Mania, Immanuel Ebenezer mengatakan bahwa mereka menolak Prabowo masuk kabinet jilid II Jokowi. Mereka khawatir posisinya sebagai Menhan akan menghambat program-program Jokowi'Ma'ruf Amin.

Menurut dia, dinamika politik sekarang berbeda dengan Pilpres 2019. Para suara pemilih Jokowi di pilpres lalu, kata Dahnil, ingin Prabowo tak berkuasa.

Ungkapan Airlangga Hartarto Kalau Golkar Bangga Prabowo-Gibran Menang Pilpres 2024

"Tapi sekarang kok malah dikasih kekuasaan. Ini jelas berbahaya, sangat-sangat melukai kami para pendukung Jokowi," kata dia, seperti dikutip dari VIVAnews.

Menanggapi hal itu, Juru Bicara Prabowo Subianto, Dahnil Anzar Simanjuntak mengaku memahami para pendukung Jokowi. Namun dia meminta untuk memberikan kesempatan kepada Prabowo mengabdi kepada Jokowi-Ma'ruf dalam lima tahun ke depan.

Government Targets on Acquiring 61 Percent Freeport Share

Dia juga menegaskan bahwa Prabowo akan loyal kepada Jokowi. Berdasarkan rekam jejaknya sejak masih di militer hingga di politik, Dahnil menuturkan, Prabowo selalu konsisten menunjukkan sikap loyal dan konsisten kepada pimpinannya.

"Tidak ada namanya Pak Prabowo menelikung di tengah jalan, mengkhianati teman dan sebagainya," kata dia di program Indonesia Lawyers Club (ILC) di tvOne.

Lebih lanjut dia menjelaskan, ketika Prabowo berkarier di politik pun tetap loyal. Selama 10 tahun berkoalisi sebagai partai oposisi, menurut Dhanil, Prabowo selalu konsisten, tidak meninggalkan dan mengkhianati 'teman' satu koalisinya. Justru yang terjadi adalah sebaliknya. 

"Yang ada beliau yang ditinggalkan, Pak Prabowo dalam sejarah politiknya tidak pernah menipu teman, yang ada ditipu teman," tuturnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya