Ini Pasal RUU HIP yang Dianggap Mendegradasi Martabat Pancasila

Ini Pasal RUU HIP yang Dianggap Mendegradasi Martabat Pancasila

Rabu, 17 Juni 2020 | 11:02 WIB
RUU HIP dinilai menghianati kesepakatan para pendiri bangsa.
Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher
Photo :
  • VIVAnews/Muhammad AR

Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher

VIVA – Rancangan Undang-undang Haluan Ideologi Pancasila (HIP) ramai diperbincangkan berbagai kalangan. RUU tersebut dianggap mendegradasikan harkat dan martabat Pancasila, serta disebut sebagai upaya untuk melegalkan paham komunisme di Indonesia.

Salah satu pasal yang banyak dikritik adalah Pasal 7 yang memiliki tiga ayat, yaitu:

(1) Ciri pokok Pancasila adalah keadilan dan kesejahteraan sosial dengan semangat kekeluargaan yang merupakan perpaduan prinsip ketuhanan, kemanusiaan, kesatuan, kerakyatan/ demokrasi politik dan ekonomi dalam satu kesatuan.

(2) Ciri Pokok Pancasila berupa trisila, yaitu: sosio-nasionalisme, sosio-demokrasi, serta ketuhanan yang berkebudayaan.

(3) Trisila sebagaimana dimaksud pada ayat (2) terkristalisasi dalam ekasila, yaitu gotong-royong.

Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher menilai, pasal ini mengindikasikan bahwa yang menjadi rujukan dalam pembahasan RUU HIP adalah  Pancasila 1 Juni 1945, bukan Pancasila  yang dimaksud dan tercantum dalam Pembukaan UUD Tahun 1945 sebagai hasil konsensus sidang Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI).

Berita Terkait :
Saksikan Juga