Ini Pasal RUU HIP yang Dianggap Mendegradasi Martabat Pancasila | Halaman 2

Ini Pasal RUU HIP yang Dianggap Mendegradasi Martabat Pancasila

Rabu, 17 Juni 2020 | 11:02 WIB
RUU HIP dinilai menghianati kesepakatan para pendiri bangsa.
Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher
Photo :
  • VIVAnews/Muhammad AR

Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher

"Jadi RUU ini mengkhianati kesepakatan para pendiri bangsa dengan memeras  Pancasila menjadi  trisila dan ekasila. Artinya kita kembali mengulang perdebatan yang seharusnya sudah final yakni Pancasila dengan lima sila. Kita mundur lagi ke belakang dan mendistorsi Pancasila itu sendiri," kata Netty dalam keterangan rilisnya diterima VIVAnews, Rabu 17 Juni 2020.

Melegalkan paham komunisme

Selain pasal 7 yang bermasalah, Netty juga menyoroti tidak dimasukkannya TAP MPRS RI No. XXV/MPRS/1966 tentang larangan penyebaran paham Komunisme di Indonesia  dalam RUU HIP.

"Jadi wajar jika banyak pihak yang menduga adanya penyusupan kepentingan politik tertentu untuk melegalkan paham Komunisme/Marxisme-Leninisme di Indonesia yang sudah dilarang melalui TAP MPRS XXV/1966," kata istri mantan gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan itu.

Baca juga: #TenggelamkanGerindra Trending, Arief Poyuono: Gak Punya Pengaruh Kali

Lanjut Netty mengatakan, fraksi PKS sudah dua kali memberikan catatan ini baik pada draft tanggal 9 April dan draft 22 April kepada pimpinan Badan Legislasi untuk memasukkan ketentuan terkait TAP MPRS ini ke dalam ketentuan mengingat dari RUU Haluan Ideologi Negara. Akan tetapi, sampai saat ini justru ketentuan tersebut tidak dimasukkan.

Berita Terkait :
Saksikan Juga