Dikabarkan Minta Terlibat di CSR Inalum, Anggota Komisi VII Menjawab | Halaman 2

Dikabarkan Minta Terlibat di CSR Inalum, Anggota Komisi VII Menjawab

Jumat, 3 Juli 2020 | 10:07 WIB
Sebelumnya debat panas antara anggota Komisi VII Nasir-Dirut Inalum.
Pabrik Inalum.
Photo :
  • Fikri Halim/VIVA.co.id

Pabrik Inalum.

Di samping itu, Ramson beranggapan, kerja sama terkait penyerahan CSR dengan BUMN tidak melanggar UU. Menurut dia, bantuan CSR itu langsung diberikan kepada masyarakat di daerah-daerah, bukan untuk anggota Komisi VII DPR.

"Kalau langsung ke rakyat ya bisalah, tidak dilarang. Karena jelas ada tanda terima barang oleh yang menerima di daerah. Apalagi suasana sekarang dampak COVID-19, rakyat di dapil memang pada mengharap bantuan. Tidak pernah minta dana, bentuk barang yang bisa langsung diserahkan ke rakyat," ujarnya.

Namu  Ramson mengaku tidak mengharapkan sama sekali program CSR dari BUMN di bawah MIND ID/Inalum tersebut. Sebab ia berasal dari daerah pemilihan (dapil) Jawa Tengah X tidak terkait dengan daerah program-program CSR BUMN di bawah Inalum.

"Dapil saya belum pernah dapat CSR dari mereka (Inalum atau anak perusahaannya), dan saya tidak mengharap karena memang jauh dari daerah operasi mereka. Saya punya strategi tersendiri memenuhi sebahagian tuntutan masyarakat di daerah pemilihan saya," katanya.

Sebelumnya diberitakan, viral video Anggota Komisi VII DPR dari Fraksi Demokrat Muhammad Nasir yang mengusir Direktur Utama PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero), Orias Petrus Moerdak saat rapat di Ruang Rapat Komisi VII DPR, Senayan, Jakarta Pusat.

Pemicunya, Nasir mempertanyakan materi atau bahan terkait utang yang bertenor 30 tahun. 

Berita Terkait :
Saksikan Juga