Refly Harun Desak Ambang Batas Pencalonan Presiden Dihapus

Refly Harun Desak Ambang Batas Pencalonan Presiden Dihapus

Sabtu, 20 Juni 2020 | 12:38 WIB
Refly Harun menyebut aturan itu hanya menguntungkan cukung politik.
Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun saat berkunjung ke kantor VIVA di Jakarta
Photo :
  • VIVA/Dhana Kencana

Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun saat berkunjung ke kantor VIVA di Jakarta

VIVAnews - Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun menyatakan alasan diberlakukannya ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold untuk menghindari banyaknya kontestan di pilpres sangat tidak masuk akal. Menurutnya, tidak ada masalah dengan kontestan yang banyak.

"Presidential threshold, salah satu klaimnya adalah kalau nanti dihilangkan maka jumlah calon presiden banyak banget. Respons saya, emang kalau banyak kenapa?" ujar Refly dalam diskusi virtual bertema 'Ambang Batas Pilpres, Kuasa Uang dan Presiden Pilihan Rakyat' yang diselenggarakan Voice for Change, Jumat, 19 Juni 2020.

Baca juga: Refly: Tuntutan untuk Penyiram Air Keras Novel Menghina Akal Sehat

Refly mengatakan banyaknya calon presiden akan tersisih secara otomastis saat kontestasi telah berlangsung. Karena, lanjut Refly, konstitusi telah menetapkan pilpres hanya terlaksana dua putaran.

Berita Terkait :
Saksikan Juga