Denny Indrayana Sebut Presidential Treshold Reduksi Hak Rakyat

Denny Indrayana Sebut Presidential Treshold Reduksi Hak Rakyat

Senin, 22 Juni 2020 | 07:36 WIB
Presidential treshold juga lahirkan duitokrasi.
Mantan Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Denny Indrayana.
Photo :
  • ANTARA FOTO/Galih Pradipta

Mantan Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Denny Indrayana.

VIVAnews - Mantan Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Denny Indrayana menilai ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold telah mereduksi hak rakyat untuk memilih. Sebab, hanya mereka yang bisa lolos PT yang bisa mengajukan capres dan pilihan rakyat pun menjadi terbatas.

"Kalau kita bicara soal pemilu, ini kan pemilu langsung oleh rakyat akan direduksi dengan adanya presdential treshold," kata Denny dalam diskusi daring bertajuk 'Ambang Batas Pilpres, Kuasa Uang dan Presiden Pilihan Rakyat' yang diselenggarakan Voice for Change dikutip VIVAnews, Senin, 22 Juni 2020.

Baca juga: Jimly Kritik PT 20 Persen: Rakyat Terbelah, Tutup Peluang Dua Ronde

Menurut Denny, yang tak kalah penting PT itu kemudian juga munculkan apa yang saya sebut duitokrasi yang membunuh demokrasi. Duitokrasi berasal dari kata duit alias uang.

"Demokrasi dibunuh oleh uang," kata Denny.

Berita Terkait :
Saksikan Juga