Click to open
Download Our Application
A Group Member of VIVA
img-thumb

viva.co.id

  • Kamis, 19 Oktober 2017 | 10:31 WIB
  • Gerindra: Tiga Tahun Jokowi, Demokrasi Makin Dibatasi

  • Oleh
    • Endah Lismartini,
    • Lilis Khalisotussurur
Presiden Jokowi bersama Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, beberapa waktu lalu.
Photo :
  • ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari
Presiden Jokowi bersama Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, beberapa waktu lalu.

VIVA – Ketua DPP Gerindra, Sodik Mudjahid, menilai tiga tahun pemerintahan Jokowi dan Jusuf Kalla dari segi demokrasi justru mengalami pembatasan. Begitu pun dari segi politik, seakan menjauh dari arah demokrasi.

"Demokrasi bukan dikembangkan tapi mulai dibatasi tercermin dari Perppu Ormas, pembubaran ormas dan pemberedelan beberapa situs medsos ormas-ormas dan LSM-LSM," kata Sodik melalui pesan singkat kepada VIVA.co.id, Kamis 19 Oktober 2017.

Ia melanjutkan, dalam politik, era pemerintahan Jokowi-JK tampak juga menjauh dari demokrasi dan Pancasila yang didambakan. Misalnya dalam UU Pemilu yang mengatur ambang batas presiden sebanyak 20 persen.

"Khususnya presidenstial treshold yang membatasi hak warga negara dan hak partai dalam mencalonkan presiden," kata Sodik.

Lihat juga

Ia menyebut contoh lainnya seperti intervensi pemerintah yang sangat kuat pada kehidupan internal partai. Sehingga partai bersangkutan mendapatkan berbagai iming-iming dan tekanan.

"Misalnya kasus dualisme PPP dan Golkar beberapa waktu lalu," kata Sodik. (ren)

Terpopuler