Click to open
Download Our Application
A Group Member of VIVA
img-thumb

viva.co.id

  • Minggu, 22 Oktober 2017 | 21:26 WIB
  • Prabowo Capres Lagi, Gerindra Bantah Tidak Ada Regenarasi

  • Oleh
    • Endah Lismartini,
    • Eduward Ambarita
Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Gerindra Prabowo Subianto.
Photo :
  • Syaefullah
Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Gerindra Prabowo Subianto.

VIVA – Partai Gerindra membantah tidak ada regenerasi di partai mereka, terkait rencana didorongnya kembali Prabowo Subianto sebagai calon presiden.

Menurut Ketua DPP Partai Gerindra, Ahmad Riza Patria, penilaian itu tak tepat karena Prabowo mencalonkan bukan karena kemauannya sendiri, tapi keinginan para kader.

Selain menjadi Ketua Umum, Prabowo yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina partai berlambang burung Garuda itu dianggap masih berkompeten untuk bertarung di Pemilu 2019.

"Di Partai Gerindra figur terbaik beliau (Prabowo). Tentu kami generasi muda harus bijak ya. Memahami nama beliau masih baik," kata Riza saat menghadiri hasil Survei Nasional Kepemimpinan Nasional di kawasan Jakarta Selatan, Minggu 22 Oktober 2017.

Lihat juga

Riza mengatakan, umur bukan menjadi persoalan bagi siapa pun yang ingin menjadi calon presiden. Asalkan mempunyai kualitas dan didukung partai. Ia mengklaim, Prabowo yang juga mantan Komandan Jenderal Kopassus itu masih yang terbaik dari segi kepemimpinan.

"Pak Wiranto saat maju sudah (Capres) cukup tua. Pak JK (Jusuf Kalla) bahkan lebih tua. Saya kira tidak ada masalah soal umur," kata dia.

Riza mengatakan, peluang besar Prabowo menjadi Presiden di tahun 2019 sudah terlihat. Meskipun elektabilitas Presiden Jokowi tetap unggul, namun hasil riset berbagai lembaga survei menunjukkan penilaian masyarakat terhadap kinerja pemerintah saat ini mengalami penurunan.

Hal itu terlihat dari survei Roda Tiga Konsultan yang menyebut elektabilitas Jokowi di bawah 50 persen.

"Dan kami optimis pak Prabowo bisa memenangkan pemilu di 2019 karena posisi inkumben yang memiliki banyak sumber daya, dana anggaran, program, aparat, dan sebagainya masih di bawah 50 persen," ujarnya. (mus)

 

Terpopuler