Mengenalkan Kembali Permainan Rakyat di Tengah Era Digital

Mengenalkan Kembali Permainan Rakyat di Tengah Era Digital

Rabu, 29 April 2020 | 12:26 WIB
Kini, anak-anak menyukai game online dan gadget.
Ilustrasi main engklek |flickr.com/photos/gedelila
Photo :
  • U-Report

Ilustrasi main engklek |flickr.com/photos/gedelila

VIVA – Folklor meliputi legenda, musik, sejarah lisan, pepatah, lelucon, tahayul, dongeng, dan kebiasaan yang menjadi tradisi dalam suatu budaya, subkultur, atau kelompok. Folklor juga merupakan serangkaian praktik yang menjadi sarana penyebaran berbagai tradisi budaya.

Bidang studi yang mempelajari folklor disebut foklroristika. Istilah folklor berasal dari bahasa Inggris. Folklor pertama kali ditemukan oleh sejarawan Inggris, William Thoms, dalam sebuah surat yang diterbitkan oleh London Journal pada tahun 1846 (George:1998).

Lebih lanjut Danandjaja (dalam Emzir, 2016: 209) mengelompokkan tradisi lisan yang berbentuk murni lisan di dalamnya adalah  bahasa rakyat (foklspeech) seperti logat, julukan, pangkat, tradisional, dan gelar kebangsawanan, lalu ungkapan dan pertanyaan tradisional (teka-teki).

Berita Terkait :
Saksikan Juga