Melihat Kawin Tangkap di Sumba dalam Kacamata Hukum
Senin, 22 Juni 2020 | 11:36 WIB

Melihat Kawin Tangkap di Sumba dalam Kacamata Hukum

Kisah kawin tangkap di Sumba.
Ilustrasi Pernikahan adat Sumba | Foto sourch Purnama Ayu Rizky
Photo :
  • U-Report

Ilustrasi Pernikahan adat Sumba | Foto sourch Purnama Ayu Rizky

VIVA – Menurut Undang-Undang No.39 Tahun 1999, Hak asasi manusia adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat dan keberadaan manusia sebagai mahluk Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan anugerah-Nya yang wajib dihormati, dijunjung tinggi dan dilindungi oleh negara, hukum, pemerintah, dan setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia.

Dalam konsep negara hukum, salah satu tugas negara adalah melindungi, menghormati dan memenuhi hak asasi warga negaranya. Akan tetapi, tugas penghormatan, perlindungan dan pemenuhan HAM selain dalam upaya menjaga kehormatan, melindungi dan memenuhi HAM, tidak saja menjadi tanggungjawab pemerintah, tapi dibutuhkan juga peran dan partisipasi dari masyarakat (Rahmanto, 2016: 1).

Setiap orang diberikan hak untuk mendapatkan perlindungan diri pribadi, keluarga, kehormatan, martabat dan harta benda di bawah kekuasaanya serta berhak atas rasa aman dan perlindungan dari ancaman ketakutan untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu yang merupakan hak asasi.