Ada Masalah Serius di Balik Digdaya Liga Primer
Ada Masalah Serius di Balik Digdaya Liga Primer
https://asset.viva.co.id/appasset-2018/mobile-2018/img/logo-bbc.jpg?v=8.7.12
Minggu, 22 September 2019 | 09:37 WIB

Ada Masalah Serius di Balik Digdaya Liga Primer

https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2019/08/10/5d4ee78d88278-laga-premier-league-2019-20-burnley-vs-southampton_663_382.jpg
Photo :
  • instagram.com/premierleague/

Laga Premier League 2019/20, Burnley vs Southampton

Para petinggi sepak bola - termasuk bos Liga Primer Inggris - mendesak operator satelit di Arab Saudi untuk berhenti "memberikan platform bagi pembajakan" di tengah-tengah pertikaian yang membawa sejumlah kompetisi olahraga penting dunia terlibat ke dalam masalah politik antara Arab Saudi dengan Qatar.

Apa yang sebenarnya terjadi dan mengapa?

Siapa yang terlibat?

Liga Primer - di samping beberapa kompetisi olahraga lainnya, termasuk Piala Dunia FIFA, Liga Champion UEFA dan Wimbledon - menjual hak siar pertandingan pada berbagai penyiar satelit yang berbeda di dunia.

Hak siar pertandingan di sebagian besar negara Timur Tengah dimiliki perusahaan Qatar, beIN Sports - yang merupakan bagian dari jaringan Al Jazeera di Doha.

Tetapi stasiun penyiaran pembajak, beoutQ, mengambil gambar atau feed dari beIN Sports, menaruh logonya dan menempatkan komentarnya sendiri, serta menyediakannya ke berbagai klien dengan gratis, kebanyakan di Arab Saudi tetapi juga di tempat lain di dunia Arab.

Tindakan ini merugikan pemasukan beIN karena sebagian pelanggan tidak lagi merasa perlu untuk membayar biaya berlangganan.

Sejumlah laporan investigatif yang dilakukan MarkMonitor memastikan bahwa "tidak perlu dipertanyakan" bahwa beoutQ "melakukan siaran dengan menggunakan fasilitas satelit yang dimiliki dan dioperasikan Arabsat" - jaringan satelit Arab Saudi.

Tetapi Arabsat mengatakan ini tidak ada hubungannya dengan mereka.

Mengapa pengelola liga marah?

Saksikan Juga

Cegah Penyebaran Corona, Arab Saudi Berlakukan Jam Malam

TVONE NEWS - 4 bulan lalu
loading...