Bima Sakti Penerus Tongkat Estafet Timnas Indonesia dari Luis Milla – VIVA

viva.co.id

Unduh aplikasi kami
A Group Member of Viva
viva

viva.co.id

Jumat, 9 November 2018 | 04:52 WIB

Bima Sakti Penerus Tongkat Estafet Timnas Indonesia dari Luis Milla

img_title
Photo :
  • ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

Pelatih Timnas Indonesia, Bima Sakti.

VIVA – Ditunjuknya Bima Sakti Tukiman sebagai pelatih kepala Tim Nasional Indonesia senior untuk gelaran Piala AFF 2018 sempat menimbulkan banyak pertanyaan. Sebab, pengalaman Bima yang minim dianggap akan menyulitkan Laskar Merah-Putih untuk mengakhiri puasa gelar di Piala AFF.

Mantan penyerang Timnas Indonesia, Indriyanto Nugroho, menilai pengalaman Bima sebagai asisten pelatih Luis Milla selama hampi dua tahun menjadi modal yang cukup. Ia juga melihat dalam tiga laga uji coba, tim sudah bisa memahami apa yang diinginkan oleh peramu taktik 42 tahun tersebut.

"Saya yakin Bima bisa mengantarkan juara asalkan strategi yang digunakannya bisa dijalankan oleh seluruh pemainnya. Walau pun dia belum pernah pegang tim profesional," kata Indriyanto, saat dihubungi VIVA, Kamis, 8 November 2018.

"Coach Bima kan sudah ikut Luis Milla hampir selama dua tahun. Jadi, dia pastinya sudah bisa memahami dan sudah tahu apa yang harus dilakukannya," sambungnya.

Bima Sakti (jaket putih) bersama pelatih timnas Indonesia, Luis Milla

Lebih lanjut, Indriyanto juga meyakini bahwa Bima telah banyak belajar dari Milla tentang bagaimana cara mengasuh para pemain Garuda Jaya. Ia optimistis kalau Bima adalah sosok yang tepat untuk menjadi suksesor Milla yang kontraknya gagal diperpanjang PSSI.

"Pasti coach Milla telah banyak memberikan pelajaran kepada coach Bima untuk bisa meneruskan tongkat estafet kepelatihan timnas jelang Piala AFF, Jadi, saya juga berharap pemain-pemain bisa menerapkannya," tuturnya.

"Yang penting kita harus tetap support, jadi saya berharap masyarakat Indonesia untuk tidak menjudge coach Bima karena minim pengalaman. Dan, saya ingin para pemain untuk tetap low profile, jangan besar kepada, main sebaik mungkin dan bertandinglah sesuai dengan karakter serta gaya Indonesia," ujarnya menambahkan.

    Muat Lainnya...