Liga Europa, Oase di Tengah Kekeringan Chelsea - VIVA
Unduh aplikasi kami
A Group Member of Viva
viva
Jumat, 31 Mei 2019 | 03:00 WIB

Liga Europa, Oase di Tengah Kekeringan Chelsea

Chelsea juara Liga Europa 2018/2019.
Chelsea juara Liga Europa 2018/2019
Photo :
  • UEFA.com

Chelsea juara Liga Europa 2018/2019

VIVA – Tak mudah bagi Chelsea melewati musim 2018/2019. Di bawah komando nahkoda baru, skuat dari London Barat ini harus jatuh bangun hingga akhirnya berhasil mencapai kejayaan di penghujung cerita.

Diawali dengan kedatangan Maurizio Sarri, mantan pelatih Napoli yang tentunya masih hijau untuk pengalaman di Premier League. Pada awalnya, pria berusia 60 tahun ini mampu membawa Chelsea bermain menakutkan. Akan tetapi, konsistensi yang tak terjaga membuat The Blues melempem mulai pertengahan hingga akhir musim.

Tak cuma itu, catatan buruk juga lahir musim ini. Ya, Chelsea sempat dibantai 6-0 oleh Manchester City. Setelah itu, City juga kembali menghadirkan mimpi buruk buat Chelsea saat menggagalkan ambisi juara Piala Liga Inggris. Eden Hazard cs kalah menyakitkan lewat drama adu penalti, dan Sarri gagal meraih trofi pertamanya.

Setelah melewati fase sulit, Chelsea secara perlahan mulai memperbaiki penampilannya. Hingga pada akhirnya, target menembus Liga Champions musim depan terpenuhi. Chelsea berhasil memastikan satu tiket ke Liga Champions, setelah bersaing dengan dua klub elite lainnya, Arsenal dan Manchester United.

Laga final Liga Europa 2018/2019 antara Chelsea kontra Arsenal

Gagal juara di kompetisi domestik, Sarri pun membidik level Eropa. Dengan kualitas yang ada dalam skuatnya, ternyata pelatih yang dikenal perokok berat ini menjuarai Liga Europa 2018/2019. Gelar itu yang akhirnya menjadi oase buat kekeringan yang dialami Chelsea.

Berhadapan dengan sesama tim asal kota London, Arsenal, Chelsea mampu menunjukkan taringnya. Berlaga di Baku Olympic Stadium, Baku, Azerbaijan, armada London Barat menghancurkan Meriam London dengan skor telak 4-1.

Sederet cerita pun lahir usai kesuksesan itu. Mulai dari penantian Sarri dan masa depannya, hingga akhir kisah nan emosional Hazard bersama Chelsea. 

Penantian Sarri

Entah bagaimana perasaan Sarri saat peluit panjang dibunyikan Gianluca Rocchi. Sementara di sisi lain, papan skor menunjukkan angka 4 untuk Chelsea dan 1 untuk Arsenal. Di situlah pada akhirnya penantian seorang Sarri berakhir.

Stia nama klub amatir yang pertama ditangani Sarri 28 tahun yang lalu. Selama itu, dunia sama sekali tak mengenal Sarri. Nama Sarri mulai mencuat saat didapuk menangani Napoli pada 2015. Meski tak meraih gelar apapun, Sarri mampu mendongkrak performa I Partenopei dan bersaing di papan atas Serie A.

Saksikan Juga

VIVA Top3: Jokowi Diancam dan Bocah SD Hamili Siswi SMP

BERITA - sekitar 1 tahun lalu
loading...
Muat Lainnya...