Perdebatan Gol Simic, Liga 1 Butuh Teknologi Garis Gawang? - VIVA
Unduh aplikasi kami
A Group Member of Viva
viva
Jumat, 12 Juli 2019 | 19:22 WIB

Perdebatan Gol Simic, Liga 1 Butuh Teknologi Garis Gawang?

Gol Simic ke gawang Persib masih diperdebatkan.
Persija Jakarta VS Persib Bandung Liga 1 2019, Marko Simic
Photo :
  • VIVA/Muhamad Solihin

Persija Jakarta VS Persib Bandung Liga 1 2019, Marko Simic

VIVA – Pertandingan Persija Jakarta versus Persib Bandung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Rabu 10 Juli 2019, masih menjadi perdebatan. Bukan hasilnya, melainkan gol yang dilesakkan striker Macan Kemayoran, Marko Simic.

Kontroversi muncul usai penyerang asal Kroasia itu sukses membobol gawang Persib lewat tandukannya. Namun, banyak pihak yang meragukan gol tersebut karena bola yang sempat membentur mistar dinilai belum sempurna melewati garis gawang. 

Ada yang menghujat keputusan wasit Fariq Hitaba karena mengesahkan gol tersebut. Namun, tak sedikit pula yang menyuarakan penggunaan goal line technology atau teknologi garis gawang.

Teknologi itu dipercaya akan membantu kinerja wasit dalam menghadapi situasi seperti itu. Operator kompetisi, PT Liga Indonesia Baru (LIB), angkat bicara perihal penggunaan teknologi garis gawang.

Manajer Kompetisi LIB, Asep Saputra, mengutarakan pihaknya tak menutup mata soal usulan-usulan yang tujuannya membuat kompetisi berjalan lebih baik. Namun, Asep menjelaskan teknologi garis masih berat diterapkan di Indonesia karena keterbatasan sumber daya manusia (SDM) dan infrastruktur. Menurutnya, butuh kajian yang serius plus uji coba bukan di kompetisi resmi.

Persija Jakarta VS Persib Bandung Liga 1 2019, Marko Simic

"Karena kaitannya sama dengan video assistant referee (VAR) yang beberapa waktu lalu diperbincangkan. Jadi, tidak ujug-ujug pakai teknologi garis gawang," kata Asep kepada VIVA, Jumat 12 Juli 2019.

"Apalagi saat ini kompetisi sudah berjalan. Tentunya, tidak bisa coba-coba langsung menggunakan teknologi garis gawang. Jika itu kompetisi amatir atau usia muda tidak masalah," jelasnya.

Lebih lanjut, Asep tak pesimistis, LIB telah menjalin komunikasi dengan negara yang sudah menerapkan VAR di pertandingan resmi, yakni Uni Emirat Arab dan Thailand. Tapi kembali lagi, ada proses panjang dalam penerapan teknologi tersebut pada sepakbola Indonesia.(one)

loading...
Muat Lainnya...