KPI Respons Komentator Liga 1 yang Body Shaming ke Suporter Perempuan
Minggu, 8 Maret 2020 | 16:02 WIB

KPI Respons Komentator Liga 1 yang Body Shaming ke Suporter Perempuan

Komentator sedang bertugas saat pertandingan Liga 1 Persita vs PSM.
Ilustrasi body shaming.
Photo :
  • U-Report

Ilustrasi body shaming.

VIVA – Media sosial Twitter dan Instagram kini sedang ramai membahas sikap komentator Liga 1 2020. Sebab, saat mereka memandu jalannya pertandingan Persita Tangerang vs PSM Makassar, Jumat sore WIB 6 Maret 2020, ada ucapan yang kemudian menjadi kontroversi.

Ketika kamera televisi menyorot barisan suporter perempuan, sang komentator Liga 1 kemudian mengutarakan kalimat bertendensi body shaming. Rekaman momen itu pun kini beredar luar di media sosial, dan banyak yang mengecam.

(Baca juga: Efek Virus Corona COVID-19, Kelanjutan Liga 1 Menanti Restu Pemerintah)

Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), Yuliandre Darwis menyayangkan terjadinya hal ini. Melihat sudut pandang komentator, dia menganggap secara etik bisa ditafsirkan menjadi sebuah ketidaknyamanan.

Lebih lanjut dia menjelaskan mengenai pasal 9 ayat 2 di dalam Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Progam Siaran (P3SPS). Yang bunyinya, program siaran wajib berhati-hati agar tidak merugikan dan menimbulkan dampak negatif terhadap keberagaman norma kesopanan dam kesusilaan yang dianut masyarakat.