FOKUS: Mencari Penghapus Dosa Simon McMenemy

FOKUS: Mencari Penghapus Dosa Simon McMenemy

Kamis, 7 November 2019 | 05:00 WIB
Simon McMenemy pergi meninggalkan dosa bagi Timnas Indonesia.
Pelatih Timnas Indonesia, Simon McMenemy (kanan).
Photo :
  • ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana/hp.

Pelatih Timnas Indonesia, Simon McMenemy (kanan).

VIVA – Selesai sudah perjalanan karier Simon McMenemy sebagai pelatih Timnas Indonesia. Ia resmi dipecat dari jabatannya usai PSSI menggelar rapat Komite Eksekutif (Exco) perdana di bawah pimpinan Ketua Umum yang baru, Mochamad Iriawan atau Iwan Bule.

Laga melawan Malaysia di Stadion Bukit Jalili pada 19 November 2019 mendatang, dipastikan akan menjadi pertandingan terakhir bagi Simon McMenemy bersama skuat Garuda.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Simon atas kerja sama selama ini. Semoga laga melawan Malaysia, kita mendapatkan hasil yang positif," ujar Iwan Bule, Rabu 6 November 2019.

Memang, dalam belakangan ini, Simon kerap menjadi perhatian publik seiring dengan tekanan yang datang akibat performa buruk Timnas Indonesia. Di Kualifikasi Piala Dunia 2022, Evan Dimas cs menjadi bulan-bulanan. Padahal, mayoritas lawan adalah negara sesama ASEAN.

Simon resmi dikontrak PSSI pada Awal Januari 2019. Awalnya, masyarakat Indonesia memprediksi Timnas Indonesia bakal lebih baik di bawah komandonya.

Latar belakang Simon, yang pernah sukses bersama Bhayangkara FC, dianggap sudah cukup untuk membantu pasukan Merah-Putih kembali berjaya di Asia Tenggara.

PSSI pun memberikan dua target kepadanya. Memperbaiki posisi Indonesia di peringkat FIFA. Lalu pada 2020, PSSI ingin Simon membawa Indonesia menjuarai Piala AFF.

Harapan itu terjaga, setidaknya sampai laga perdananya bersama Timnas Indonesia. Simon berhasil mempersembahkan kemenangan 2-0 atas Myanmar pada laga uji coba di Mandalay, 25 Maret 2019.

Setelah meraih kemenangan, Simon mulai menaikkan level lawan untuk tim asuhannya. Yordania ditunjuk sebagai lawan dalam uji coba. Namun, Yordania bukanlah lawan yang mudah ditaklukkan. Bertandang ke King Abdullah International Stadium 11 Juni 2019, Evan Dimas cs digulung 1-4.

Kekalahan telak itu, Simon mengatatakan, pemainnya banyak mendapatkan pelajaran. Dia meyakini, pertandingan melawan Yordania sangat bermanfaat untuk laga uji coba selanjutnya melawan Vanuatu, 15 Juni 2019.

Benar saja, Timnas Indonesia meraih kemenangan besar atas Vanuatu. Indonesia berhasil menyarangkan setengah lusin gol, tanpa kebobolan di Stadion Utama Gelora Bung Karno.

Tapi harus diingat, kemenangan itu diraih Timnas Indonesia melawan tim yang secara level berada di bawah mereka. Entah kenapa Simon memilih Vanuatu sebagai lawan dalam uji tanding.

Belakangan terungkap kalau pelatih Vanuatu ketika itu, Paul Munster, memiliki kedekatan dengan Simon karena sama-sama berasal dari Britania Raya. Simon dari Skotlandia, sedangkan Paul Munster dari Irlandia Utara.

Benar saja, tak lama setelah laga uji coba itu, Paul Munster menjabat sebagai pelatih Bhayangkara FC. Dipilihnya Munster tak lepas dari rekomendasi Simon.

Berita Terkait :
Saksikan Juga