Peneliti LIPI Sarankan Penjualan Air Keras Diperketat
Selasa, 11 April 2017 | 16:32 WIB

Peneliti LIPI Sarankan Penjualan Air Keras Diperketat

Banyaknya kejahatan yang melibatkan air keras.
Ilustrasi cuka rebus.
Photo :
  • www.pixabay.com/Maraisea

Ilustrasi cuka rebus.

VIVA.co.id – Awal hari ini, publik terkejut dengan insiden penyiraman air keras pada penyidik KPK Novel Baswedan. Air keras memang tergolong bahan yang berbahaya karena sifatnya yang korosif. Jika terpapar air keras, logam sampai kulit, sampai tulang bisa rusak. Meski sifatnya korosif, air keras punya sejumlah manfaat. 

"Air keras itu asam kuat, banyak digunakan di industri kimia untuk reaksi kimia," jelas peneliti Pusat Penelitian Kimia Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Agus Haryono kepada VIVA.co.id, Selasa 11 April 2017.

Dalam penerapannya, air keras juga dipakai untuk air aki. Selain di industri kimia, ujar Agus, air keras juga dimanfaatkan sebagai formulasi pestisida. Air keras dipakai sebagai bahan tambahan dalam pembuatan atau pengolahan pestisida. 

Bicara air keras terdapat beberapa macam. Agus menyebutkan, air keras di antaranya meliputi asam klorida (HCL), asam sulfat (H2SO4), asam posfat (H3PO4). 

Dia mengatakan, air keras secara definisi merupakan asam kuat yang memiliki konsentrasi tinggi, bersifat korosif dan derajat keasamannya rendah.