Lapan: Hujan Satu Rumah di Tebet Itu Rekayasa
Rabu, 30 Agustus 2017 | 09:57 WIB

Lapan: Hujan Satu Rumah di Tebet Itu Rekayasa

Tak mungkin hujan lokal guyur satu rumah saja.
Rumah yang diguyur hujan langka di Tebet, Jakarta Selatan, beberapa hari lalu.
Photo :
  • VIVA.co.id/ Anwar Sadat

Rumah yang diguyur hujan langka di Tebet, Jakarta Selatan, beberapa hari lalu.

VIVA.co.id – Kepala Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional atau Lapan, Thomas Djamaluddin menanggapi fenomena hujan lokal yang terjadi di satu rumah di Tebet, Jakarta Selatan. Menurutnya fenomena itu adalah suatu hal yang mustahil terjadi. Sebab, ketinggian awan lebih dari dua kilometer, dan tidak mungkin air hujan hanya mengguyur satu rumah saja.

"Curahan air bukan berasal dari air hujan. Saya katakan itu rekayasa," ujar Thomas kepada VIVA.co.id, melalui pesan singkat, Rabu 30 Agustus 2017.

Thomas menilai fenomena yang terjadi di Tebet bukan tergolong hujan lokal. Sebab,  hujan lokal bisa menyebar hingga ratusan meter, dan terjadinya hujan lokal juga tergantung pada musim. Apalagi pada musim kemarau, hujan lokal tidak mungkin terjadi.

"Tidak mungkin hujan lokal hanya sebatas satu rumah," kata Thomas.

Kemudian, lama waktu hujan mengguyur rumah di Tebet dilaporkan berlangsung selama enam jam. Pakat astronomi itu menilai waktu guyuran itu tergolong waktu yang sangat lama, dalam waktu tersebut masyarakat satu kampung bisa berhamburan berkumpul melihat fenomena itu.