Bapeten: Tak Ada Paparan Nuklir Pascagempa dan Tsunami Sulawesi Tengah

Bapeten: Tak Ada Paparan Nuklir Pascagempa dan Tsunami Sulawesi Tengah

Rabu, 10 Oktober 2018 | 22:54 WIB
"Tidak ada zat radioaktif atau bahan nuklir".
Kawasan terkena gempa.
Photo :
  • ANTARA FOTO/Yusran Uccang

Kawasan terkena gempa.

VIVA – Gempa bumi dan tsunami yang melanda Palu, Donggala, dan Sigi, Sulawesi Tengah, merusak sejumlah fasilitas umum di provinsi tersebut. Namun, Badan Pengawas Tenaga Nuklir atau Bapeten memastikan tak ada paparan radiasi seperti nuklir yang membahayakan pascabencana terjadi.

Menurut Kepala Bapeten, Jazi Eko Istianto, paparan unsur radioaktif pascagempa dan tsunami di Sulawesi Tengah dipastikan tak terjadi. Hal itu setelah pihaknya meninjau langsung sejumlah lokasi bencana.

"Tidak ada zat radioaktif atau bahan nuklir. Bisa jadi alatnya rusak tapi kami pastikan aman, karena sistem kerja alat radiologi kalau tidak dicolok (listrik) tidak ada radiasi," kata Eko di Semarang, Jawa Tengah, Rabu, 10 Oktober 2018.

Ia menjelaskan, untuk wilayah Palu, fasilitas yang bisa menghasilkan radioaktif adalah pesawat sinar X untuk radiologi di rumah sakit. Namun, nihilnya paparan radioaktif atau bahan nuklir imbas bencana gempa dan tsunami diakibatkan karena tidak adanya sumber listrik pascagempa, sehingga kebocoran alat penghasil zat radioaktif tak terjadi.