Tarif Ojek Online Naik, Order Bakal Turun Sampai 70 Persen - VIVA
Unduh aplikasi kami
A Group Member of Viva
viva
Senin, 11 Februari 2019 | 15:23 WIB

Tarif Ojek Online Naik, Order Bakal Turun Sampai 70 Persen

Wacana kenaikan tarif disambut pro dan kontra.
Pengendara Gojek dan Grab di Jalan Medan Merdeka, Jakarta Pusat, Senin, 15 Mei 2017.
Photo :
  • VIVA.co.id / Eduward Ambarita

Pengendara Gojek dan Grab di Jalan Medan Merdeka, Jakarta Pusat, Senin, 15 Mei 2017.

VIVA – Perusahaan transportasi online memiliki potensi kehilangan penumpang jika mereka menaikkan tarif layanan. Angka penurunannya diperkirakan mencapai lebih dari 70 persen jika skema kenaikan kisaran mencapai Rp3100 per kilometer.

Angka ini didapatkan dari hasil lembaga riset Research Institute of Socio-Economic Development (Rised). Data lembaga itu menunjukkan, tarif ojek online saat ini kisarannya Rp2200 per kilometer. 

Dengan rata-rata penumpang menggunakan ojek online sekitar 8,8 kilometer, jika ada kenaikan tarif Rp900 per kilometer maka akan ada penambahan Rp7920,- dari ongkos transportasi pengguna. 

"Sekitar 22 persen bilang tidak mau adanya tambahan biaya. 48 persen bersedia kenaikan tarif kurang dari Rp5 ribu per hari. Kalau digabungkan ada angka 71,12 persen," kata Ketua Tim Peneliti Rised, Rumayya Batubara di Jakarta, Senin 11 Februari 2019. 

Sedangkan sisa responden, sekitar 28,88 persen tak masalah ada kenaikan harga sekitar Rp 5ribu hingga Rp30ribu. 

Riset tersebut diikuti 2001 responden. Berada di wilayah 10 provinsi yaitu DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Yogyakarta, Jawa Timur, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Kalimatan Timur, Bali, dan Sulawesi Selatan. (ali)

Dari semua responden itu terdiri dari dari segi pendapatan. Untuk responden di bawah Rp2 juta yakni 50 persen, antara Rp2 juta hingga Rp7 juta (40 persen), dan di atas Rp7 juta (10 persen). 

Peneliti dan Pengajar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Fithra Faisal Hastiadi mengatakan dengan hasil riset itu akan berefek pada penumpang yang memiliki pendapatan Rp2 juta ke bawah. Jika kenaikan tarif ini dilaksanakan, dia mengatakan akan memengaruhi pengguna untuk mencari alternatif lain. 

"Pendapatan menengah ke bawah sangat sensitif terhadap harga. Kalau begitu Mereka akan beralih entah mengurangi trip atau mengurangi aktivitas ekonominya dan lain-lain," kata dia.

Saksikan Juga

Pukul Ojol, Anggota Polisi Pengaman Jalur Jokowi Dimutasi

TVONE NEWS - 15 hari lalu
loading...
Muat Lainnya...