Revolusi Industri 4.0 Lahirkan 17 Juta Lapangan Pekerjaan Baru
Senin, 22 April 2019 | 20:14 WIB

Revolusi Industri 4.0 Lahirkan 17 Juta Lapangan Pekerjaan Baru

Semua teknologi pendukung bermuara di cloud computing.
Ilustrasi revolusi industri 4.0.
Photo :
  • Megapixl

Ilustrasi revolusi industri 4.0.

VIVA – Revolusi industri 4.0, dengan berbagai teknologi pendukung seperti Internet of Things (IoT), cloud computing hingga advance robotic, berpotensi meningkatkan nilai tambah dan kontribusi industri terhadap produk domestik brutto (PDB) nasional sebesar US$120 miliar (Rp1.665 triliun) sampai US$150 miliar (Rp2.081 triliun) pada 2025.

Tak pelak, pertumbuhan ekonomi nasional pun akan terdongkrak sekitar 1-2 persen. Data Kementerian Perindustrian menyebutkan bahwa era revolusi industri 4.0 menuntut kesiapan sumber daya manusia dalam penguasaan teknologi.

Era ini dinilai akan memberikan peluang lapangan kerja baru di Indonesia hingga 17 juta orang, dengan 4,5 juta tenaga kerja baru diserap sektor industri dan 12,5 juta lainnya oleh sektor jasa penunjang industri.

Menurut Ketua Asosiasi Cloud Computing Indonesia, Alex Budiyanto, pada era revolusi industri 4.0 yang didukung oleh teknologi seperti IoT, advance robotic, big data, virtual reality dan cloud computing, merupakan fundamental utama.