Prabowo Sebut soal Kambing, Asal Mula Hewan Ini Sering Jadi Kiasan - VIVA
Unduh aplikasi kami
A Group Member of Viva
viva
Kamis, 2 Mei 2019 | 12:42 WIB

Prabowo Sebut soal Kambing, Asal Mula Hewan Ini Sering Jadi Kiasan

Kambing hitam pun pernah disebut dalam kitab suci.
Kambing
Photo :

Kambing

VIVA – Calon presiden Prabowo Subianto menyebut soal kambing saat menyampaikan pidatonya dalam peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2019, yang digelar Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia. Prabowo dengan gayanya yang tampak berapi-api, bertanya pada massa buruh, apakah ingin diperlakukan sebagai kambing atau rakyat yang terhormat.

"Kalau kita dihadapkan dengan pilihan, bahwa rakyat Indonesia dianggap dan diperlakukan seperti kambing atau rakyat Indonesia berdiri terhormat, kalian pilih yang mana? Kalian mau jadi kambing atau rakyat yang terhormat? kata Prabowo di Lapangan Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Rabu, 1 Mei 2019.

Perkataan Prabowo yang menyinggung soal hewan bertanduk itu langsung menjadi sorotan publik dan dinilai menunjukkan kemarahan. Dalam siaran YouTube kanal Narasi, Najwa Shihab mengangkat topik tersebut bersama empat narasumber dari masing-masing pendukung pasangan capres-cawapres.

Pendukung Jokowi-Ma'ruf, Guntur Romli, berpendapat bahwa seharusnya Prabowo tidak mengatakan kiasan yang berpotensi menghasut, termasuk menyebutkan kambing dan lutung dalam pidatonya.

"Dia membuat marah orang lain alias menghasut dengan diksi-diksi yang menurut saya enggak perlu. Misalnya soal kambing, soal lutung, menurut saya itu enggak boleh keluar dari mulut seorang pemimpin seperti Prabowo itu enggak boleh," kata Guntur, dikutip dari Narasi, 2 Mei 2019.

"Itu kan pengibaratan kepada binatang," tambahnya, yang kemudian dibantah oleh pendukung paslon Prabowo-Sandi, Arif Poyuono dan Eggi Sudjana. Mereka mengatakan bahwa jika Prabowo terlihat emosional saat berpidato, tidak lantas bermaksud marah, namun memang demikian gaya berkomunikasi Ketua Umum Partai Gerindra itu.

Terlepas dari perdebatan tentang gaya bicara Prabowo tersebut, dalam lingkup bahasa, kambing menjadi hewan yang kerap dijadikan metafora. Di Indonesia sendiri, terkenal kiasan kambing hitam.

Ada sejarah panjang yang menjadi asal-usul munculnya frasa kambing hitam, dan ini tidak serta-merta berhubungan dengan warna bulu hitam. Makna kambing hitam adalah orang yang dipilih untuk dituduh atau disalahkan karena dianggap menjadi penyebab suatu bencana. 

Mengutip dari Wikipedia, idiom kambing hitam muncul sejak abad pertengahan. Dalam kitab suci Ibrani, dua ekor kambing jantan yang tampak sangat mirip dibawa ke halaman Bait Suci di Yerusalem pada hari Yom Kippur sebagai bagian dari Ibadat Suci pada hari itu. 

Imam Agung kemudian melemparkan undian atas kedua kambing. Salah seekor kambing dipersembahkan sebagai korban bakaran. Yang kedua adalah kambing hitam. Imam Agung meletakkan tangannya pada kepala kambing itu dan mengakui dosa-dosa bangsa Israel. Kambing hitam itu kemudian dibawa pergi dan dilepaskan di padang gurun sesuai dengan Imamat 16:22, meskipun Talmud menambahkan bahwa kambing itu didorong jatuh dari sebuah tebing yang jauh.

Dalam bahasa Ibrani modern, Azazel digunakan sebagai ejekan, seperti dalam lekh la-Azazel ("pergi ke Azazel"), bermakna "pergi ke neraka". (Azazel adalah kata yang diterjemahkan menjadi "scapegoat" atau kambing hitam dalam Alkitab versi Raja James).

Prabowo memang tidak menyebut tentang kambing hitam. Namun konteks pidatonya yang menyinggung tentang kambing itu, sepertinya bermaksud mengingatkan pada massa yang hadir, bahwa menurutnya, seekor kambing akan akan menyerah pada musuhnya. Sedangkan rakyat terhormat, harus berani membela keadilan dan kebenaran. (ann)

loading...
Muat Lainnya...