Perang Dingin Teknologi Amerika Serikat dan Huawei
Senin, 27 Mei 2019 | 05:50 WIB

Perang Dingin Teknologi Amerika Serikat dan Huawei

Larangan ini diibaratkan seperti membangun Tembok Berlin.
Huawei.
Photo :
  • Asia Times

Huawei.

VIVA – Perang Dingin atau Cold War adalah istilah yang menunjukkan ketegangan sekaligus kompetisi antara Amerika Serikat dan Uni Soviet, sekarang Rusia, pada periode 1947-1991. Kala itu, persaingan terjadi dalam mempertahankan ideologi serta hegemoni dipelbagai kawasan.

Kini, Perang Dingin bangkit kembali. Namun kali ini AS tidak berseteru dengan Rusia melainkan China lewat raksasa teknologi mereka, Huawei. Ya, dunia sekarang tengah dihadapi Perang Dingin Teknologi (Tech Cold War). Bahkan, negara-negara Eropa sampai ikut-ikutan Paman Sam 'menghukum' Huawei.

Makin meruncingnya perang dagang ini sampai membuat Pendiri dan Kepala Eksekutif Huawei, Ren Zhengfei, geleng kepala. Ia seakan tidak percaya kalau perusahaan-perusahaan teknologi di Benua Biru itu mengikuti jejak rekan-rekannya dari AS.

Bukan tanpa alasan mengapa Ren begitu heran dengan keputusan tersebut. Sebab, sebelumnya ia tidak begitu pusing dengan embargo AS lantaran beberapa komponennya bisa dipasok dari mitra mereka dari Eropa. Dan, hal itu sudah diungkapkannya dalam sebuah wawancara, seperti dikutip dari ZDNET, Senin, 27 Mei 2019.

Deputy Chairman Huawei, Ken Hu.

Deputy Chairman Huawei, Ken Hu.