Cerita Pemudik Dibantu Google Maps Hindari Kemacetan - VIVA
Cerita Pemudik Dibantu Google Maps Hindari Kemacetan
Unduh aplikasi kami
A Group Member of Viva
viva
https://asset.viva.co.id/appasset-2018/mobile-2018/img/logo-warta.jpg?v=5.9.0
Minggu, 9 Juni 2019 | 17:51 WIB

Cerita Pemudik Dibantu Google Maps Hindari Kemacetan

https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2019/06/09/5cfce149ca0c6-google-maps-bantu-pemudik-hindari-kemacetan_663_382.jpg
Photo :
    wartaekonomi

Google Maps Bantu Pemudik Hindari Kemacetan. (FOTO: Aji Styawan)

Selama banyak orang mengungkapkan kekaguman dan terima kasih kepada . Bagaimana tidak, banyak pemudik yang berhasil menyusuri kota-kota baru yang sebelumnya belum pernah mereka datangi. Google Maps juga membantu pemudik menemukan jalan alternatif untuk menghindari kemacetan.

Reporter Warta Ekonomi yang kebetulan mudik ke kampung halaman di Klaten, Jawa Tengah menjadi salah satu pemudik yang terbantu oleh Google Maps. Pengalaman itu dirasakan ketika melakukan perjalanan tiga hari berkeliling kota Jawa Tengah untuk bersilaturahim, mulai dari -Purworejo-Kebumen--Banjarnegara-Wonosobo. Sebagian jalan sebetulnya sudah pernah dilalui, namun untuk memastikan jalan tidak keliru tetap menggunakan Google Maps.

Yang unik dari Google Maps adalah ketika aplikasi ini memberikan rekomendari rute tercepat untuk menghindari kemacetan. Seperti ketika terjebak macet di Jalan Raya Buntu Banyumas, Google Maps memberikan alternatif jalan melalui Jalan Sokawera-Kemranjen. Jalan ini menghindari macet dan mempersingkat waktu sekitar 30 menit.

Saat melintasi Kota Wonosobo menuju ke Candi Borobudur, Google Maps memberikan alternatif Jalan Wonosobo-Magelang. Jalan ini langsung tembus ke daerah Salaman tak jauh dari Candi Borobudur. Saat ingin memasuki kawasan Candi Borobudur, Google Maps juga memberikan alternatif jalan lain melalui jalan lingkar di belakang candi.

Saat pulang dari menuju Klaten, baru tiba di jalan Magelang juga macet parah, untuk menghindari macet itu Google Maps memberikan alternatif yang langsung tembus ke Kota Magelang. Setelah itu dari Jalan Magelang tidak melewati Kota Yogyakarta, tapi belok ke kiri melewati Tempel dan Kaliurang. Jalan ini langsung tembus ke Kalasan, tak jauh dari Candi Prambanan.

Dengan mengikuti jalan alternatif yang diberikan Google Maps, awalnya sedikit membuat bingung sebab menyusuri jalan-jalan kecil yang tidak pernah dilalui. Satu lagi kelemahan Google Maps, meskipun mampu mendeteksi jalan macet, tapi tidak mampu mendeteksi rekayasa lalu lintas yang dilakukan oleh petugas.

Seperti saat menghindari macet di Jalan Magelang tepat di Kota Magelang, ternyata saat keluar dari jalan alternatif tidak bisa belok di Jalan Magelang, lantaran ditutup.

Ipung, wartawan Info Bisnis juga mengungkapkan berhasil melakukan perjalanan dari Jakarta ke Yogyakarta berkat bantuan Google Maps. Dengan mengikuti petunjuk di jalan sebetulnya sudah cukup membantu, tapi dengan bantuan Google Maps, bisa mencari jalan alternatif untuk mempercepat perjalanan.

"Dari Cikampek start pukul 06.00 sampai Yogyakarta pukul 16.25, keluar dari Tol Salatiga melintasi kota Boyolali, Klaten, menyusuri sawah, semua berkat Google Maps," ungkap Ipung.

Hal yang sama sepertinya dialami oleh banyak pemudik lain. Itu terlihat dari beberapa mobil yang melintasi jalan-jalan alternatif tersebut kebanyakan kendaraan luar kota yang belum begitu hafal jalan dan mengandalkan Google Maps.

Saksikan Juga

Proyek di Tol Cikampek Dihentikan 10 Hari Jelang Lebaran

TVONE NEWS - 5 bulan lalu
loading...