WeChat dan Alat Mata-mata Pemerintah China - VIVA
WeChat dan Alat Mata-mata Pemerintah China
Unduh aplikasi kami
A Group Member of Viva
viva
https://asset.viva.co.id/appasset-2018/mobile-2018/img/logo-bbc.jpg?v=5.9.3
Minggu, 9 Juni 2019 | 17:57 WIB

WeChat dan Alat Mata-mata Pemerintah China

https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2019/06/09/5cfce2aeb502e-media-sosial-china-wechat-dan-alat-mata-mata-pemerintah_663_382.jpg
Photo :
  • bbc

Bagaimana seorang koresponden BBC dikeluarkan dari aplikasi WeChat - BBC

WeChat adalah sebuah situs untuk interaksi sosial, sebuah bentuk mata uang, aplikasi kencan, alat untuk tim olahraga dan pembagi berita.

Aplikasi tersebut layaknya Twitter, Facebook, Google Maps, Tinder dan Apple Pay yang semuanya digabung menjadi satu. Tetapi WeChat juga merupakan senjata pengendali sosial untuk pemerintah China yang semakin kuat.

Saya baru saja dikeluarkan dari WeChat (atau Weixin seperti yang dikenal dalam bahasa China).

Dan untuk masuk kembali, saya harus melewati beberapa langkah Orwellian - langkah-langkah yang merusak kesejahteraan masyarakat yang bebas dan terbuka sehingga membuat orang lain mempertanyakan mengapa saya setuju melakukannya.

Salah satu alasannya adalah akan sangat sulit tinggal di Beijing tanpa WeChat.

Yang lain adalah bahwa saya tidak akan dapat menulis ini tanpa mengalami tahapan yang saat ini jelas-jelas membuat foto saya, dan bahkan suara saya, pada semacam database biometrik para pembuat onar.

Saya berada di Hong Kong untuk meliput acara penyalaan lilin yang menandai 30 tahun sejak Tentara Pembebasan Rakyat diperintahkan untuk menembaki rakyatnya sendiri untuk menyingkirkan pemrotes yang sebagian besar mahasiswa, yang berkumpul di dan sekitar Lapangan Tiananmen selama berbulan-bulan pada Juni 1989.

Momen dalam sejarah ini telah dihapus dari wacana publik di daratan China tetapi di Hong Kong, dengan status khususnya, orang-orang berkumpul setiap tahun untuk mengingat kekerasan berdarah itu.

Kali ini jumlah kerumunan sangat besar, dengan perkiraan berkisar hingga 180.000 orang.

Tentu saja saya mengambil foto lautan orang-orang yang memegang lilin dan bernyanyi, dan mengunggahnya di "momen" WeChat saya.

Yang saya muat hanya foto, tanpa kata-kata.


- BBC

Teman-teman China saya mulai bertanya acara apakah itu? Mengapa orang berkumpul? Di mana itu? Acara itu telah dihilangkan dari daratan China.

Saya menjawab sebagian pertanyaan, agak samar, lalu tiba-tiba saya dikeluarkan dari WeChat.

"Login Anda telah ditolak karena pengecualian akun. Cobalah masuk dan lanjutkan seperti yang diinstruksikan," muncul pesan di layar.

Lalu, ketika saya muncul, "Pesan ini muncul: "Akun ini diduga akan desas-desus berbahaya dan telah diblokir sementara..."

Tampaknya mengunggah foto peristiwa aktual yang terjadi, tanpa komentar, sama dengan "menyebarkan desas-desus berbahaya" di China.

Saya diberi waktu untuk mencoba dan masuk lagi pada hari berikutnya setelah penalti saya telah selesai.

Ketika saya melakukannya saya harus menekan pernyataan "setuju dan membuka blokir" di bawah alasan yang disebutkan "menyebarkan desas-desus berbahaya".

Jadi si penyebar desas-desus ini mengklik "setuju".

Kemudian datanglah tahapan yang saya tidak siap. "Foto wajah diperlukan untuk tujuan keamanan," katanya.

Saya diperintahkan untuk mengangkat telepon saya - untuk "menghadap kamera depan langsung" - menatap langsung ke gambar kepala manusia. Kemudian diminta untuk "Membaca nomor-nomor di layar dengan keras dalam bahasa Mandarin".


- BBC

Suara saya ditangkap oleh aplikasi pada saat yang sama memindai wajah saya.

Setelah itu muncul centang hijau besar: "Disetujui"

Selain menyeramkan, Anda hanya bisa membayangkan potensi penggunaan tipe data ini.

Tidak diragukan lagi saya sekarang telah bergabung dengan beberapa daftar orang-orang yang mencurigakan di tangan orang-orang di lembaga pemerintah China yang mana.

Di China hampir semua orang memiliki WeChat. Saya tidak tahu satu orang pun yang tak memilikinya.

Dikembangkan oleh raksasa teknologi Tencent, ini adalah aplikasi luar biasa.

Nyaman. Bekerja dengan baik. Menyenangkan. Lebih maju dibanding aplikasi lain di panggung global dan telah digunakan oleh hampir semua orang di penjuru kehidupan.

Ini dapat memberikan informasi kepada Partai Komunis sebuah peta kehidupan dari hampir semua orang di negara ini, baik warga negara maupun warga asing.

Menangkap gambar wajah dan suara dari semua orang yang dikeluarkan karena menyebutkan peringatan Tiananmen dalam beberapa hari terakhir akan dianggap sangat berguna bagi mereka yang ingin memantau siapa saja yang mungkin berpotensi menyebabkan masalah.

Ketika saya merinci seluruh proses ini di Twitter, orang lain bertanya: mengapa takluk pada intrusi ala Big Brother (simbol kekuasaan di novel 1984 George Orwell) terhadap privasi Anda?

Mereka mungkin tidak tinggal di China.

Sulit membayangkan kehidupan di sini tanpanya.

Ketika Anda bertemu seseorang dalam konteks pekerjaan, mereka tidak memberi Anda kartu nama lagi, mereka membagikan WeChat mereka.

Jika Anda masuk dalam pelatihan tim sepak bola, detailnya ada di WeChat.

Pengaturan sekolah anak-anak, ada di WeChat.

Kencan ala aplikasi kencan Tinder, WeChat.

Tiket film, WeChat.

Berita, WeChat.

Lokasi restoran, WeChat.

Membayar apa pun mulai dari semangkuk mie hingga pakaian hingga meja makan ... WeChat.

Orang tidak akan dapat berbicara dengan teman atau keluarga mereka tanpa itu.

Jadi sensor yang dapat mengunci Anda keluar dari WeChat memegang kekuasaan nyata atas Anda.

Aplikasi, yang diperkirakan oleh badan intelijen Barat sebagai yang paling tidak aman di dunia  ini, pada dasarnya membuat Anda dalam posisi tak berdaya.

Jika Anda ingin memiliki kehidupan normal di China, Anda sebaiknya tidak mengatakan sesuatu yang kontroversial tentang Partai Komunis dan terutama tidak tentang pemimpinnya, Xi Jinping.

Ini adalah China 2019.

Saksikan Juga

Retno Marsudi Pastikan RI Selalu Dampingi Rakyat Palestina

BERITA - 2 jam lalu
loading...