Pendiri Telegram Jalani Puasa yang Radikal, Bagus tapi Berisiko - VIVA
Unduh aplikasi kami
A Group Member of Viva
viva
Senin, 10 Juni 2019 | 18:21 WIB

Pendiri Telegram Jalani Puasa yang Radikal, Bagus tapi Berisiko

Durov mengungkapkan dalam saluran Telegramnya.
Pendiri Telegram Pavel Durov.
Photo :
  • Instagram/@durov

Pendiri Telegram Pavel Durov.

VIVA – Pendiri Telegram, Pavel Durov, kembali melakukan hal yang tidak wajar. Sebelumnya ia dikenal sebagai seseorang yang sangat mengendalikan jenis makanan yang dikonsumsinya, seperti tidak mengonsumsi kafein, daging, obat-obatan, alkohol dan makanan cepat saji sejak 15 tahun lalu. Durov kini makin ketagihan dengan terapi tersebut.

Dikutip dari laman Independent, Senin 10 Juni 2019, Durov yang kadang disebut Mark Zuckerberg dari Rusia ini pada bulan lalu membatasi konsumsi ikan dan makanan laut lainnya. Namun pada Kamis lalu ia mengatakan hal yang lebih ekstrem. Dia ingin berhenti makan alias puasa.

"Bulan ini saya mencoba sesuatu yang lebih radikal, ialah tidak mengkonsumsi makanan sama sekali," ujarnya dalam saluran akun Telegramnya.

Ia kemudian mengatakan, sudah menjalani puasa air selama enam hari, dan sejauh ini merasa baik-baik saja. Karena tidak mengkonsumsi makanan membuat pikirannya jernih, sehingga mendapat banyak ide untuk produknya itu.

Di sisi lain, puasa seperti ini sangat tidak direkomendasikan  para profesional di bidang medis, meskipun ada bukti bahwa hal tersebut dapat meningkatkan kreativitas. National Health Service Inggris memperingatkan, puasa seperti itu akan menimbulkan risiko kesehatan, seperti mulas dan dapat memicu gangguan makan.

Dokter dan penulis, Alan D. Lieberson menyebutkan, seseorang dapat bertahan dalam keadaan darurat dengan tiga faktor. Pertama bisa bertahan tiga menit tanpa oksigen, tiga hari tanpa air dan tiga minggu tanpa makanan.

"Kemampuan bertahan tergantung pada kondisi fisik. Durasi hidup tanpa makanan dipengaruhi oleh faktor berat badan, genetik, pertimbangan kesehatan dan tidak dehidrasi," ujarnya.

Durov mengakui ada efek samping tertentu, namun apa yang ia lakukan akan menghasilkan sesuatu yang baik untuk pengguna Telegram. Ia mengatakan telah kehilangan massa ototnya, namun ia berhasil menghasilkan ide untuk aplikasi pesan instan untuk jutaan pengguna.

"Menjadikan kehidupan pengguna lebih menyenangkan adalah prioritas utama saya," katanya.

Topik
loading...
Muat Lainnya...