Pendiri WhatsApp Bangun Kompleks Megah hingga Triliunan Rupiah - VIVA
Pendiri WhatsApp Bangun Kompleks Megah hingga Triliunan Rupiah
Unduh aplikasi kami
A Group Member of Viva
viva
https://asset.viva.co.id/appasset-2018/mobile-2018/img/logo-warta.jpg?v=5.72
Senin, 17 Juni 2019 | 15:02 WIB

Pendiri WhatsApp Bangun Kompleks Megah hingga Triliunan Rupiah

https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2019/06/17/5d07466cca529-pendiri-whatsapp-bangun-kompleks-megah-habiskan-rp1-1-triliun_663_382.jpg
Photo :
    wartaekonomi

Jan Koum, pendiri WhatsApp bangun kompleks megah yang menghabiskan Rp1,1 Triliun. (FOTO: Business Insider).

Salah satu pendiri WhatsApp, Jan Koum, membangun sebuah kompleks megah yang menyatukan rumah-rumah menjadi rumah compound di kawasan kota terkaya di Atherton, negara bagian California, Amerika Serikat (AS).

Koum menghabiskan dana fantastis. Ditaksir ia menghabiskan dana sekitar US$77 juta atau Rp1,1 triliun. Total ada lima rumah dan setidaknya dua mansion yang ia beli untuk proyek ini.

Mengutip dari Business Insider, disebutkan bahwa Koum mengonfigurasi kompleks dengan uang US$57 juta selama empat tahun untuk memperoleh dan merenovasi lima rumah di Artherton.

Kemudian, ia mengeluarkan US$20 juta untuk menggarap dua rumah besar dengan garasi terpisah yang luasnya bisa sampai 10 ribu kaki persegi atau sekitar 929 meter persegi.

Praktik membangun compound seperti yang dilakukan Koum ternyata cukup lumrah di kalangan miliarder Silicon Valley yang meraup banyak uang dari sektor teknologi.

Padahal, Koum diketahui telah memiliki rumah senilai US$8,8 juta di area yang sama sejak 2015.

Jarak dengan kompleks baru yang dibangunnya ini sekitar satu mil atau 1,6 kilometer dengan rumahnya. Wilayah Atherton tersebut berdekatan dengan markas Facebook, Google, Tesla, dan Universitas Stanford.

Berbagai miliarder teknologi, seperti Meg Whitman dan Eric Schmidt, tinggal di sana. Berdasarkan data Forbes, kekayaan Jan Koum tercatat sebesar US$9,8 miliar atau sekitar Rp140,4 triliun.

Ia merupakan salah satu pendiri WhatsApp yang kemudian dibeli Facebook. Tahun lalu, ia keluar dari Facebook karena protes masalah perlindungan data.

Saksikan Juga

Siap-siap, WhatsApp Ancam Pidanakan Pengguna

DIGITAL - 28 hari lalu
loading...