UAS Diduga Hina Salib, Ulama Ini Diadili karena Penistaan Agama

UAS Diduga Hina Salib, Ulama Ini Diadili karena Penistaan Agama

Selasa, 20 Agustus 2019 | 14:43 WIB
Ulama yang dituduh menista agama itu minta maaf.
Ustaz Abdul Somad
Photo :

Ustaz Abdul Somad

VIVA – Gara-gara video ceramah soal salib, Ustaz Abdul Somad (UAS) jadi dilaporkan polisi. Dalam video yang viral tersebut, UAS sedang menjawab pertanyaan dari jemaah tentang salib, yang diajukan melalui selembar kertas berwarna putih.

"Apa sebabnya Ustaz, kalau saya menengok salib, menggigil hati saya," isi pertanyaan yang dibacakan oleh UAS. "Setan. Karena di salib itu ada jin kafir," jawabnya.

Menanggapi kabar dirinya dilaporkan polisi, UAS telah mengklarifikasi bahwa saat itu ia tidak bermaksud untuk memecah kerukunan karena ceramahnya disampaikan di kalangan internal umat Islam. 

"Saya sedang dilaporkan ke Polda Nusa Tenggara Timur, karena dianggap penistaan agama. Pertama, itu saya menjawab pertanyaan bukan sengaja membuat-buat untuk merusak hubungan. Yang kedua, itu pengajian di dalam masjid tertutup, bukan di stadion, bukan di lapangan sepak bola, bukan di tv, tapi untuk intern umat Islam menjelaskan pertanyaan tentang patung dan tentang kedudukan Nabi Isa Alaihis salam," ujar UAS.

UAS juga mengatakan bahwa pengajian itu sudah lebih dari tiga tahun lalu. Ia heran mengapa dipermasalahkan sekarang hingga dilaporkan ke polisi. "Kenapa diviralkan sekarang, kenapa dituntut sekarang, saya serahkan pada Allah Swt," lanjut UAS.

Bukan cuma UAS

UAS bukan ulama yang pertama kali tersandung kasus terkait penistaan agama. Pada 2017, seorang pemuka agama Mesir, Salem Abdel-Galeel juga harus berurusan dengan persidangan atas ucapannya yang menyebut orang Kristen adalah kafir. Abdel-Galeel merupakan pembawa acara televisi dan mantan wakil menteri di Departemen Agama. 

Kabar tersebut merujuk pada Egyptian Streets yang dipublikasikan pada 13 Mei 2017. Selain menghina agama, ucapan Abdel-Galeel dinilai meresahkan, mengancam perdamaian publik dan menghasut kebencian terhadap orang-orang Kristen.

Berita Terkait :
)
Saksikan Juga