Startup Ini Berani Ancam Bisnis Alibaba - VIVA
Startup Ini Berani Ancam Bisnis Alibaba
Unduh aplikasi kami
A Group Member of Viva
viva
https://asset.viva.co.id/appasset-2018/mobile-2018/img/logo-warta.jpg?v=5.9.1
Selasa, 10 September 2019 | 13:22 WIB

Startup Ini Berani Ancam Bisnis Alibaba

https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2019/09/10/5d774001669d5-startup-ini-berani-ancam-bisnis-alibaba_663_382.jpg
Photo :
    wartaekonomi

Startup Ini Berani Ancam Bisnis Alibaba. (FOTO: Bloomberg)

Perusahaan raksasa Alibaba tentu banyak menjadi incaran atau role mode bagi bisnis serupa yang menganggap dirinya sebagai kompetitornya. Tak hanya perusahaan sekelas Tencent, pemain baru juga berani mengancam ekosistem bisnis Alibaba.

Jasa pengiriman makanan milik Wang Xing, yakni Meituan mengaku bisa lebih unggul dari Alibaba. Melansir dari Forbes (10/9/2019), selaku CEO dan pendiri Meituan, Xing mengaku mampu menyaingi Alibaba.

Jumlah pengguna Meituan saat ini tercatat ratusan juta orang. Ia optimistis karena Meituan berhasil menguasai 64 persen market share dari total bisnis jasa pengiriman makanan di China secara keseluruhan.

Sementara itu, layanan antarmakanan Alibaba, Ele.me hanya menguasai 27,4 persen saja. Meituan berhasil unggul karena lebih agresif dalam membangun mitra eksklusif dengan para restoran, sekaligus membuat ongkos lebih murah dengan metode "sekali jalan", yakni mengirim beberapa pesanan dalam satu trip saja.

Melihat hal tersebut, pihak Alibaba terus melakukan perubahan. Mereka terus menambah layanan, seperti pembayaran online. Mereka juga terus bersaing dalam persoalan harga.

"Jika Ele.me bertekad meluncurkan perang harga lagi, maka Meituan tak punya pilihan selain mengikutinya," ujar analis dari Pacific Poch, Shanghai.

Sejauh ini, Meituan berhasil mendapat untung bersih sebesar US$124 juta atau sekitar Rp 1,7 triliun. Revenue meningkat 51 persen berkat keberhasilan Meituan merebut kesetiaan pengguna Ele.me milik Alibaba.

Saksikan Juga

Perkembangan Perusahaan Startup Ditargetkan Tiga Kali Lipat

TVONE NEWS - 14 hari lalu
loading...