TikTok Indonesia Sesumbar Tidak akan Kena Denda Rp100 Juta
Jumat, 20 Desember 2019 | 04:25 WIB

TikTok Indonesia Sesumbar Tidak akan Kena Denda Rp100 Juta

Denda ini berdasarkan PP Nomor 71/2019 tentang PSTE.
Booth TikTok Indonesia.
Photo :
  • Facebook/Tik Tok Indonesia

Booth TikTok Indonesia.

VIVA – Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 71 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik (PSTE) akan memberlakukan denda kepada para pemilik platform teknologi yang terbukti memiliki konten negatif. Tidak main-main, besaran dendanya pun mencapai Rp100 juta per konten.

Salah satu platform yang menjadi pemain di Indonesia, TikTok, menanggapi hal tersebut. Aplikasi video singkat asal China ini mengaku tidak akan kecolongan memiliki konten negatif karena mereka sudah memiliki sistem verifikasi.

"Ada yang namanya panduan komunitas, yang salah satunya tidak memperbolehkan konten negatif, seperti pornografi. TikTok punya teknologi yang akan me-review konten," kata Head of Public Policy TikTok for Indonesia, Malaysia and Filipina, Donny Eryastha di Jakarta, Kamis, 19 Desember 2019.

Ia menambahkan, jika ada pengguna yang mengunggah konten tidak senonoh, seharusnya dari awal sudah terbaca dan tidak akan terunggah. Selain teknologi, ada juga tim yang senantiasa siaga 24 jam sehari untuk mengulas konten-konten yang dibuat pengguna.