Isbat Ramadan hingga Idul Adha, Cukup dari Kalender atau Harus Rukyat?
Jumat, 27 Desember 2019 | 12:49 WIB

Isbat Ramadan hingga Idul Adha, Cukup dari Kalender atau Harus Rukyat?

Begini penjelasan pakar.
Pantau rukyat/Ilustrasi.
Photo :
  • Jeffry

Pantau rukyat/Ilustrasi.

VIVA – Pemerintah diketahui selalu menggelar sidang isbat (penetapan) ketika menyambut Ramadan, Idul Fitri, dan Idul Adha. Selain pemerintah, berbagai organisasi massa dan aliran tertentu juga memiliki cara penghitungan dan penetapan yang berbeda-beda.

Hal ini yang membuat penyelenggaraan dua dari tiga hari besar umat Islam tersebut selalu berbeda. Keduanya yaitu penetapan awal Ramadan (puasa) serta Syawal (Idul Fitri). Padahal, penetapan Idul Fitri dan Idul Adha telah tertulis di kalender Masehi yang rilis setiap tahun.

Kepala Hisab Rukyat Kementerian Agama, Cecep Murwendaya menegaskan, penetapan tiga hari besar Islam harus berdasarkan pada metode rukyat (melihat Bulan) dan hisab (kalender Hijriah).

Ia juga menjelaskan bahwa penetapan kalender Masehi adalah surat keputusan bersama (SKB) tiga menteri, termasuk hari keagamaan yang disusun berdasarkan hasil temu kerja Kementerian Agama.