Teknologi Kuantum Punya Kemampuan Antisadap
Unduh aplikasi kami
A Group Member of Viva
viva
Jumat, 7 Februari 2020 | 23:40 WIB

Teknologi Kuantum Punya Kemampuan Antisadap

AS dan China berlomba mengembangkan teknologi kuantum.
Ilustrasi teknologi kuantum.
Photo :
  • The Independent

Ilustrasi teknologi kuantum.

VIVA – Saat ini, berbagai negara besar berlomba-lomba mengembangkan teknologi kuantum dengan dukungan dana besar. Sebut saja Amerika Serikat (AS) dengan anggaran US$1,2 miliar, Inggris memiliki dana sebesar US$1 miliar, dan China yang mencapai US$987 juta.

Teknologi kuantum diklaim mampu melakukan penghitungan atau pemrosesan data yang luar biasa cepat, sehingga tidak dapat ditandingi oleh komputer super yang ada saat ini. Nah, untuk level perusahaan teknologi, Google dan Microsoft sedang mengembangkannya. Bahkan, Google mengaku telah mewujudkannya dengan sebutan supremasi kuantum.

Adapun turunan dari teknologi kuantum dibagi ke dalam tiga bidang. Yaitu, Komputasi Kuantum (Quantum Computing), Komunikasi Kuantum (Quantum Communications), dan Penginderaan Kuantum (Quantum Sensing).

Di antara tiga bidang tersebut, komunikasi kuantum dinilai telah menjadi teknologi yang paling matang jika dilihat dari implementasi pengembangan infrastruktur fisik dan penerapannya secara langsung pada sistem secure communication.

Chairman PT Kennlines Capital Group, Mirza Whibowo Soenarto menjelaskan, jika komunikasi kuantum menawarkan kemampuan yang unik untuk mendeteksi keberadaan penyadap dengan memanfaatkan sifat-sifat mekanika kuantum yang secara luas mengacu pada penggunaan saluran kuantum untuk melakukan komunikasi.

“Tidak seperti teori komunikasi klasik (Shannon Information Theory), komunikasi kuantum mengoptimalkan keunggulan dan sumber daya teknologi kuantum secara penuh dalam mengolah informasi sehingga memungkinkan proses transfer data terjadi lebih efisien dan aman,” ujarnya di Jakarta, Jumat, 7 Februari 2020.

Ia lalu mencontohkan, jika ingin mentransfer status komputer kuantum ke memori kuantum jarak jauh, maka teknologi komunikasi kuantum mampu mempertahankan deskripsi koheren secara penuh dari data yang ingin ditransmisikan.

"Kemampuan komunikasi kuantum ini dimungkinkan terjadi lebih cepat dengan adanya proses pembuatan dan distribusi secure keys melalui Quantum Key Distribution (QKD)," tutur dia.

Pada 1994, Peter Shor mengajukan algoritma faktorisasi (bilangan) secara cepat dengan menggunakan komputasi kuantum. Algoritma Shor ini mengancam sistem enkripsi kunci publik yang saat ini dipakai secara luas di berbagai bidang.

Oleh karena itu, para peneliti juga mulai memikirkan cara untuk mengantisipasi ancaman ini dengan mengembangkan berbagai teknik enkripsi baru, antara lain adalah QKD yang memanfaatkan fenomena kuantum berupa entanglement pasangan partikel untuk menjaga kerahasiaan pengiriman informasi.

Pada mulanya, QKD diuji di atas meja optik di laboratorium. Selanjutnya beberapa kelompok peneliti mentransmisikan melalui serat optik. Terakhir kali, percobaan melalui satelit telah berhasil dilakukan oleh para peneliti.

loading...
Muat Lainnya...