Studi: Polusi Udara Lebih Mematikan dari Merokok
Studi: Polusi Udara Lebih Mematikan dari Merokok
https://asset.viva.co.id/appasset-2018/mobile-2018/img/logo-bbc.jpg?v=8.7.12
Minggu, 15 Maret 2020 | 16:25 WIB

Studi: Polusi Udara Lebih Mematikan dari Merokok

https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2020/03/15/5e6df0af7bd5d-rokok-dan-polusi-udara-mana-yang-lebih-mematikan_663_382.jpg
Photo :
  • bbc

BBC Indonesia

 

Polusi udara di Taj Mahal Agra, India
Getty Images
Ilmuwan memperkirakan usia harapan hidup secara global dipangkas lebih dari tiga tahun akibat paparan polusi udara.

Penyakit pernapasan, kanker, masalah jantung, stroke dan berbagai hal lain dihubungkan dengan polusi udara sehingga kini ia disebut sebagai "merokok gaya baru".

Seberapa besar bahaya polusi udara terhadap umur kita?

Sekelompok ilmuwan menyatakan polusi udara luar merampok rata-rata usia hidup kita hampir tiga tahun (2,9 tahun), dua kali lipat dari yang diduga sebelumnya dan lebih besar daripada merokok.

Dalam sebuah kajian yang diterbitkan di jurnal Cardiovascular Research, mereka menyatakan angka ini hampir 10 kali lebih besar dalam menurunkan harapan hidup yang disebabkan oleh segala bentuk kekerasan digabungkan - termasuk perang.

Para peneliti menemukan bahwa jumlah kematian karena polusi udara bisa melebihi kematian akibat merokok.

 

Grafik
BBC

Mereka menggunakan metode statistika untuk menghitung tingkat kematian dan pengurangan usia harapan hidup di tahun 2015 dan menemukan bahwa polusi udara terhubung ke 8,8 juta kematian.

Merokok tembakau bertanggungjawab terhadap lebih dari 8,2 juta kematian setiap tahun menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Dari angka itu, lebih dari tujuh juta disebabkan penggunaan langsung rokok dan produk turunannya.

`Pandemi`

Paparan polusi udara meningkatkan risiko serangan kardiovaskuler dan penyakit pernapasan. Selain itu ada efek buruk lainnya terhadap kehidupan kita.

Saksikan Juga

Polusi Kabut Asap di Kolaka Timur Semakin Parah

TVONE NEWS - 8 bulan lalu
loading...