Kata Ilmuwan soal Jamu hingga Merokok Bisa Memerangi Virus Corona
Kata Ilmuwan soal Jamu hingga Merokok Bisa Memerangi Virus Corona
https://asset.viva.co.id/appasset-2018/mobile-2018/img/logo-abc.jpg?v=8.7.12
Rabu, 25 Maret 2020 | 00:45 WIB

Kata Ilmuwan soal Jamu hingga Merokok Bisa Memerangi Virus Corona

https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2016/05/24/574436502df34-kapan-waktu-yang-tepat-minum-jamu_663_382.jpg
Photo :
  • U-Report

Ilustrasi jamu.

Sejak Virus Corona COVID-19 mulai mewabah ke seluruh dunia awal tahun ini, telah muncul beberapa sejumlah pendapat yang dianggap dapat memeranginya.

Pendapat ini banyak ditemukan di sejumlah negara, seperti yang dilaporkan sejumlah wartawan ABC yang berada di berbagai belahan dunia.

Mereka telah membuat laporan soal ini, karena sejumlah pemimpin negara pernah mengutarakan pendapatnya, termasuk Presiden Amerika Serikat, Donald Trump dan Presiden Indonesia, Joko Widodo. Namun, apakah berbagai pendapat tersebut memiliki dasar ilmiah?

ABC membahasnya dengan dua pakar masalah medis di Australia, Professor Brian Oliver dari University of Technology Sydney dan Professor Damian Purcell dari University of Melbourne.

Jamu dan tanaman herbal mencegah Virus Corona? Seperti dilaporkan jurnalis ABC Amy Bainbridge dari Bangkok dan Anne Barker dari Jakarta.

An Indonesian woman looks over her shoulder as she holds a bag of jamu and rests her hand on a jamu cart. Jamu adalah minnuman tradisional di Indonesia, dengan campuran kunyit, kunir, jahe dan bahan lainnya.

Flickr: Ikhlasul Amal

Siapa yang mengatakannya? Warga di Bangkok, Thailand, di Indonesia, bahkan Presiden Indonesia Joko Widodo.

Apa yang dilakukan mereka? Ada sebuah klinik di luar kota Bangkok yang juga menjual ganja untuk pengobatan.

Mereka kewalahan dengan permintaan untuk membeli ramuan herbal bernama Andrographis Paniculata.

Ramuan ini biasanya untuk menghilangkan flu dan sakit tenggorokan dan warga berbondong-bondong untuk membelinya.

Di Indonesia, jamu menjadi popular dengan semakin banyak orang berusaha membeli bahan-bahan seperti kunyit, jahe, kunir and serai.

Warga percaya jamu ini akan memperkuat stamina tubuh dan kesehatan guna menangkal kemungkinan terkena corona.

Di sebuah konferensi pertanian dan makanan yang digelar pekan lalu, Presiden Jokowi bahkan mengatakan ia minum jamu tiga kali sehari untuk menjaga kesehatan tubuhnya.

"Saya minum jamu sekarang untuk menggantikan teh," katanya.

"Saya juga memberikan minuman ini untuk para tamu, di pagi, siang dan malam."

Seberapa popular ini terjadi? Jamu memang sudah lama popular di Indonesia walaupun isi ramuan akan berbeda-beda tergantung dimana dibuat.

Harga kunyit dan jahe dilaporkan sudah meningkat pesat di Jakarta dan di pulau Jawa, dimana harga jahe merah sudah naik dua kali lipat dan kunyit naik tiga kali lipat.

Inilah yang dikatakan para ahli :

Professor bidang virologi di University of Melbourne, Damian Purcell mengatakan ia belum menemukan bukti-bukti secara kedokteran mengenai manfaat jamu tersebut.

"Sangat beresiko untuk mempercayai hal-hal seperti ini, tanpa adanya pengujian secara klinis," ujar Professor Purcell.

"Juga belum ada pengujuan yang secara khusus melihat apakah bahan-bahan jamu ini efektif."

Merokok kretek bisa mencegah terkena virus.

Seperti dilaporkan oleh koresponden Indonesia Anne Barker.

Siapa yang mengatakannya? Pengguna jejaring sosial di Indonesia.

Apa yang dikatakan? Unggahan media sosial di Indonesia selama beberapa pekan terakhir mengatakan virus tidak menyerang mereka yang merokok.

Alasan mereka karena kandungan tembakau dalam kretek membuat virus tidak akan menyerang.

Seorang pengguna Facebook mengatakan rokok kretek efektif membunuh virus.

Seberapa banyak yang mempercayai ini ? Pendapat awal mengenai ini sudah menjadi viral di Twitter dan media sosial lainnya. Padahal jelas-jelas di bungkus rokok sudah ada peringatan bahaya merokok.

Inilah yang dikatakan para ahli :

Pendapat ini dibantah oleh pakar kesehatan di Indonesia, termasuk Professor Amin Soebandrio dari Eijkman Institute.

Professor Soebandrio mengatakan sel paru perokok menjadi lebih rentan terhadap saluran nafas, jadi memfasilitasi masuknya virus.

"Setiap reseptor di paru-paru berfungsi seperti pelabuhan, jadi bila ada semakin banyak galangan di pelabuhan, maka makin banyak kapal yang berlabuh," ujarnya.

Professor Oliver juga setuju dengan pendapat ini, yang mengatakan "merokok malah membuat tubuh semakin rentan terhadap serangan virus."

Suhu panas bisa mematikan virus Donald Trump making an announcement wearing a blue camp with USA written on it. Presiden AS Donald Trump beberapa kali mengatakan suhu panas akan mematikan virus corona.

Saksikan Juga

Terpapar Corona, Ini Data Tenaga Medis Meninggal Dunia

TVONE NEWS - 4 bulan lalu
loading...