Ganja Makin Langka di Kala Virus Corona Melanda
Ganja Makin Langka di Kala Virus Corona Melanda
https://asset.viva.co.id/appasset-2018/mobile-2018/img/logo-dw-2.png?v=8.7.12
Rabu, 6 Mei 2020 | 15:57 WIB

Ganja Makin Langka di Kala Virus Corona Melanda

https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2019/10/14/5da46a107a4db-ganja_663_382.jpg
Photo :
    Aljazeera

Ganja.

Menurut para pengamat dari analis industri ganja Headset, penjualan ganja di Amerika Serikat pada pertengahan Maret melonjak drastis dengan pertumbuhan penjualan mencapai 64 persen, tingkat pertumbuhan tertinggi sejak awal 2019.

Lonjakan drastis itu terutama disebabkan karena banyak orang khawatir, apotek-apotek yang menjual ganja akan ditutup karena kebijakan lockdown.

Pada April lalu, beberapa negara bagian AS bahkan mendeklarasikan ganja sebagai "barang kebutuhan pokok" seperti halnya makanan. Kebijakan ini memungkinkan apotek-apotek? menawarkan penjualan ganja secara online.

Pendiri biro konsultan Prohibition Partners Stephen Murphy mengatakan, kebijakan negara-negara bagian AS untuk menjamin penjualan ganja selama pandemi Corona menunjukkan bahwa industri ganja “sudah mulai berakar” di perekonomian AS.

Prohibition Partners adalah konsultan bisnis dan penyedia data terkemuka di industri ganja global, dengan kantor cabang di London, Barcelona dan Dublin, Irlandia.

Bagaimana pun, wabah Corona membuat banyak investor jadi ebih berhati-hati, kata Stephen Murphy kepada DW. Akibatnya, dukungan kepada startup ganja makin berkurang dan makin lambat.

"Industri ini masih cukup baru dan membutuhkan banyak dana untuk kerja lobi, peralatan dan personil. Kami melihat banyak perusahaan yang sekarang berjuang untuk mempertahankan likuiditas," katanya.

Saksikan Juga

Terpapar Corona, Ini Data Tenaga Medis Meninggal Dunia

TVONE NEWS - 4 bulan lalu