Kabar Gembira! Ganja Mampu Tingkatkan Resistensi Terhadap Virus Corona
Kabar Gembira! Ganja Mampu Tingkatkan Resistensi Terhadap Virus Corona
https://asset.viva.co.id/appasset-2018/mobile-2018/img/logo-dw-2.png?v=8.7.12
Selasa, 12 Mei 2020 | 04:00 WIB

Kabar Gembira! Ganja Mampu Tingkatkan Resistensi Terhadap Virus Corona

https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2020/05/12/5eb98ea77cd48-ekstrak-ganja-disebut-mampu-tingkatkan-resistensi-terhadap-virus-corona_663_382.jpg
Photo :
    dw

Ganja.

Ganja diklaim mampu meningkatkan resistensi terhadap Virus Corona. Pencarian vaksin untuk Virus Corona jenis baru, SARS-CoV-2 atau obat yang bisa menyembuhkan penyakit yang disebabkannya, COVID-19, telah membawa para peneliti menggunakan cara-cara tradisional dan yang kurang tradisional.

Mereka telah meneliti kandidat obat yang ada, seperti remdesivir, yang mulanya dikembangkan untuk mengobati Ebola. Sementara di Jerman, uji klinis pertama untuk vaksin Virus Corona dilakukan dengan kandidat vaksin yang justru dikembangkan untuk penanganan kanker.

Bahkan, ada sebuah studi dari Prancis yang menyatakan bahwa nikotin, yang biasanya didapatkan dari kebiasaan merokok yang kerap mematikan, dapat melindungi orang dari Virus Corona jenis baru ini.

Sekarang di Kanada muncul sebuah penelitian awal yang menyatakan bahwa jenis tertentu dari obat psikoaktif cannabis atau ganja juga dapat meningkatkan resistensi terhadap Virus Corona. Jika penelitian ini dapat diverifikasi, yang mana saat ini masih belum ditinjau oleh para ahli, maka cara kerjanya kelihatannya akan mirip dengan nikotin.

"Hasilnya terhadap COVID-19 berasal dari penelitian kami pada radang sendi, penyakit Crohn, kanker dan lainnya,” kata Dr. Igor Kovalchuck, seorang profesor Ilmu Biologi di Universitas Lethbridge, dalam email yang diterima DW.

Memblokir "pintu masuk” untuk virus

Seperti halnya penelitian tentang efek nikotin pada virus corona, diperkirakan bahwa beberapa jenis ganja, juga umum disebut cannabis atau marijuana, dapat mengurangi kemampuan virus untuk memasuki paru-paru, di mana ia bisa bertahan, bereproduksi, dan menyebar.

Kovalchuck dan rekannya menerbitkan makalah mereka tentang hal ini di preprints.org, sebuah laman jurnal ilmiah di mana para ilmuwan dapat mempublikasikan hasil penelitian mereka tanpa diperiksa oleh ahli. Dalam makalah itu, mereka menuliskan bahwa jenis ganja yang mereka kembangkan secara khusus, mampu menghentikan virus memasuki tubuh manusia.

Penelitian ini adalah salah satu dari banyak makalah global yang telah dibagikan di situs web pracetak, termasuk preprints.org, dalam upaya menyebarluaskan temuan awal terkait pengobatan potensial dari COVID-19, yang belum melewati pemeriksaan ahli yang ketat.

Virus corona membutuhkan "reseptor” untuk memasuki sel inang pada manusia. Reseptor itu dikenal sebagai "angiotensin-converting enzyme II,” atau ACE2.

ACE2 ditemukan di jaringan paru-paru, di lendir mulut dan hidung, di ginjal, testis, dan saluran pencernaan, tulis mereka.

Teorinya adalah bahwa dengan memodifikasi level ACE2 pada "pintu masuk” ke sel inang manusia, maka dimungkinkan untuk menurunkan kerentanan terhadap virus. Hal ini pada dasarnya dapat mengurangi risiko infeksi.

Saksikan Juga

Terpapar Corona, Ini Data Tenaga Medis Meninggal Dunia

TVONE NEWS - 4 bulan lalu