DPR Tunda Bahas RUU Perlindungan Data, Kominfo Maunya Tancap Gas
Jumat, 12 Juni 2020 | 15:54 WIB

DPR Tunda Bahas RUU Perlindungan Data, Kominfo Maunya Tancap Gas

DPR beralasan karena Virus Corona, Kominfo ingin rampung tahun ini.
Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kominfo, Semuel Abrijani Pangerapan.
Photo :
  • VIVA/ Novina Bestari Putri

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kominfo, Semuel Abrijani Pangerapan.

VIVA – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) ingin mempercepat pembahasan Rancangan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (RUU PDP), agar dapat mendorong sektor perdagangan elektronik (e-commerce) di tengah pandemi Virus Corona COVID-19. Seperti diketahui, Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menunda pengesahan RUU PDP karena adanya wabah tersebut.

Padahal, RUU Perlindungan Data Pribadi sudah ada di meja DPR sejak 25 Februari 2020. "Kami berupaya mempercepat rancangan RUU PDP. Karena, saat ini kami membutuhkan aturan tersebut," kata Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kominfo, Semuel Abrijani Pangerapan, melalui situs resmi Kominfo, Jumat, 12 Juni 2020.

Baca: DPR Tunda Bahas RUU Perlindungan Data Pribadi

Ia melanjutkan bahwa aturan itu menjadi payung hukum untuk pelaksanaan sejumlah kegiatan digital di dunia maya. Mulai dari perdagangan hingga hiburan, sehingga pengguna internet merasa terjamin keamanannya dari ancaman serangan siber.